Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis (5/5/2026), Elnusa membukukan pendapatan sebesar Rp14,5 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik 8,25% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp13,39 triliun.
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas pada segmen distribusi dan logistik energi, serta layanan hulu migas. Kenaikan pendapatan tersebut turut mengerek laba bruto menjadi Rp1,45 triliun, tumbuh 9,2% secara tahunan dari Rp1,32 triliun pada 2024.
Namun, seiring dengan meningkatnya intensitas operasional, beban pokok pendapatan juga naik 8,1% menjadi Rp13,05 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp12,07 triliun.
Dari sisi laba bersih, Elnusa mencatatkan laba bersih Rp718,4 miliar, naik tipis 0,7% dibandingkan dengan pada sepanjang 2024 yakni senilai Rp713,6 miliar. Pertumbuhan laba menjadi tak optimal lantaran tertekan oleh kenaikan beban usaha.
Dari sisi neraca, total aset Elnusa per 31 Desember 2025 mencapai Rp10,96 triliun, meningkat 3,1% dibandingkan Rp10,63 triliun pada 2024.
Kenaikan aset didorong pertumbuhan aset tetap sebesar 9,5% menjadi Rp2,12 triliun serta lonjakan signifikan aset hak-guna menjadi Rp428,82 miliar dari Rp114,49 miliar.
Menariknya, total liabilitas justru turun 1,36% menjadi Rp5,65 triliun dari Rp5,72 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi pelunasan utang sukuk senilai Rp699,41 miliar serta turunnya utang usaha kepada pihak berelasi hingga 40,8%.
Perbaikan struktur permodalan juga tercermin dari ekuitas yang naik 8,38 persen menjadi Rp5,31 triliun dari Rp4,90 triliun.
Peningkatan ini didorong pertumbuhan saldo laba tidak dicadangkan yang mencapai Rp4,08 triliun atau naik 11,9%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















