Di tengah kondisi pandemi COVID-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2020, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6,44 persen dibandingkan dengan 2019.
Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan segmen distribusi sebesar Rp814,68 miliar atau meningkat 26,81 persen dari tahun sebelumnya Rp3.038,93 miliar.
Selain itu, segmen lainnya yaitu jasa layanan klinik kesehatan dan laboratorium klinik meningkat 316,71 persen dari Rp182,04 miliar pada 2019 menjadi Rp758,58 miliar pada 2020.
Laba usaha Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 30,17 persen menjadi sebesar Rp653,02 miliar dibandingkan 2019. EBITDA Perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 31,35 persen jika dibandingkan dengan EBITDA tahun 2019.
Secara rasio EBITDA margin mengalami pertumbuhan 1,74 persen dari 7,40 persen pada 2019 menjadi 9,14 persen pada 2020. Hal ini menunjukkan pertumbuhan kinerja Perseroan masih terjaga meskipun berada di situasi perekonomian yang tidak menentu.
Melalui sejumlah langkah efisiensi yang dilakukan, Perseroan juga dapat menekan beban usaha pada 2020. Tercatat rasio beban usaha terhadap pendapatan 33,24 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama yaitu 34,17 persen.
Efisiensi beban usaha ini memberikan kontribusi positif terhadap laba tahun berjalan yang dibukukan Perseroan tahun 2020 yang meningkat 28,54 persen menjadi Rp20,43 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,89 miliar.
Sumber Liputan6, edit koranbumn















