Kinerja Perseroan dan rencana-rencana strategis WEGE di ulas dan di bahas secara lugas oleh seluruh jajaran Direksi WEGE yang hadir langsung dalam kegiatan yang bertajuk Investor dan Analyst Lunch Meeting.
Dari segmen kontrak, kontrak terbesar yang dimiliki WEGE saat ini berasal dari proyek Dhoho International Airport Kediri dan proyek-proyek pembangunan fasilitas publik yang mendominasi raihan kotrak baru WEGE, selain itu WEGE juga mendapatkan kontrak dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dengan proyek pertama yaitu Hunian Pekerja.
Hunian pekerja dibangun dengan Modular berupa Stacking. Dengan kapasitas 17.000 lebih bed yang terdiri dari 3.160 modul dan dibangun dengan desain empat lantai. Modular juga menjadi salah satu lini bisnis WEGE yang penopang kenaikan pendapatan sebesar 565% secara Year on Year, ketika lini bisnis konstruksi mengalami penurunan.
Selain Modular yang merupakan diferensiasi lini bisnis WEGE sekaligus berfungsi dalam Backward Strategy, WEGE juga memiliki Konsesi sebagai Forward Strategy dimana bisnis Konsesi menyumbang sebesar Rp 24,60 Miliar atau meningkat sebesar 65% secara year on year.
Dengan kontribusi Konsesi WEGE, Pendapatan WEGE diperoleh dari recurring income proyek-proyek WEGE, diantaranya pada de Braga by Artotel Bandung dengan okupansi sebesar 80% per Agustus, Fave Hotel dan Graha Mantap dengan Captive Market dari Mandiri Taspen yang saat ini Okupanasi tenant telah mencapai 91%.
Selain membahas update kinerja perseroan, adapun topik implementasi Teknologi BIM dalam setiap proyek yang dikerjakan oleh WEGE hingga startegi bisnis WEGE menuai atensi yang menarik.
















