• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 1 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Kinerja Tangguh 2025, ANTAM Catatkan Pendapatan dan Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah Perusahaan

by redaksi
1 April 2026
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM kembali menegaskan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember 2025, FY25). Di tengah tekanan global yang ditandai volatilitas harga komoditas, ketidakpastian makroekonomi, serta dinamika regulasi, ANTAM mampu menjaga momentum pertumbuhan yang kuat didukung oleh eksekusi strategi yang terarah melalui optimalisasi portofolio komoditas dan peningkatan kinerja operasional, untuk memperkuat nilai tambah bisnis di tahun berjalan. Capaian kinerja keuangan tertinggi dalam sejarah Perusahaan ini juga disertai dengan akselerasi investasi hilirisasi yang akan memberi fondasi kuat untuk pertumbuhan Perusahaan dijangka panjangnya.

Didukung oleh penguatan operasional dan pengelolaan biaya yang semakin efisien, ANTAM berhasil mengakselerasi profitabilitas secara signifikan, dengan mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan. Pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisi ANTAM sebagai pemain kunci di industri, tetapi juga memberikan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Pada FY25, laba tahun berjalan ANTAM tercatat sebesar Rp7,92 triliun, meningkat signifikan 106% dari capaian laba tahun berjalan tahun buku 2024 (Januari-Desember 2024, FY24) sebesar Rp3,85 triliun. Selaras dengan pertumbuhan laba tahun berjalan, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Perusahaan juga meningkat 56% dengan capaian EBITDA FY25 sebesar Rp10,51 triliun, dibandingkan EBITDA FY24 sebesar Rp6,73 triliun.

RelatedPosts

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan, capaian kinerja ANTAM pada FY25 memperkuat posisi Perusahaan sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional.

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada FY25 juga tercermin dari capaian laba kotor sebesar Rp13,68 triliun, meningkat signifikan 111% dibandingkan capaian laba kotor pada FY24 sebesar Rp6,50 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha ANTAM pada FY25 turut mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan capaian sebesar Rp8,40 triliun, melonjak 180% dari capaian FY24 sebesar Rp3,00 triliun. Pertumbuhan profitabilitas tersebut, juga didukung oleh penurunan beban keuangan di FY25 sebesar 30% menjadi Rp167,10 miliar dibandingkan FY24 sebesar Rp237,14 miliar. Peningkatan kinerja ANTAM mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar pada FY25 sebesar Rp299,98 per saham dasar, atau meningkat 98% dari laba bersih per saham dasar FY24 sebesar Rp151,77 per saham dasar.

Pada laporan posisi keuangan, ANTAM membukukan kenaikan aset pada FY25 sebesar Rp52,53 triliun, meningkat 18% dari capaian FY24 sebesar Rp44,52 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi operasional yang terukur, penguatan kas dari aktivitas usaha, serta kesinambungan investasi pada proyek-proyek strategis berbasis hilirisasi. Selain itu, nilai ekuitas ANTAM pada FY25 juga meningkat menjadi Rp36,60 triliun, tumbuh 14% dari nilai ekuitas pada FY24 sebesar Rp32,20 triliun.

Pada posisi arus kas, ANTAM mencatatkan capaian arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 53% dari periode FY24 sebesar Rp3,68 triliun. Capaian ini menunjukkan efektivitas Perusahaan dalam menghasilkan arus kas positif dari kegiatan operasional utamanya. Implementasi strategi operasional dan manajemen keuangan yang tepat, mendorong pertumbuhan posisi kas dan setara kas Perusahaan pada FY25 sebesar 77% atau Rp8,43 triliun, dari capaian FY24 sebesar Rp4,75 triliun.

Kinerja Operasional Tangguh, Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Perusahaan terus memperkuat penerapan operation excellence memastikan pencapaian target produksi dan penjualan. Kinerja operasional FY25 menunjukkan hasil yang optimal, didorong oleh kinerja produksi dan penjualan pada komoditas utama termasuk pencapaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade untuk bijih nikel, rekor sepanjang sejarah pada bauksit dan alumina, serta kinerja penjualan emas yang tetap solid seiring dengan kuatnya permintaan domestik.

“Kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan Perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan. Hal ini tercermin pada capaian finansial yang solid yang didukung oleh kontribusi positif dari portofolio komoditas utama Perusahaan”, tambah Untung.

ANTAM mencatatkan pertumbuhan pendapatan Perusahaan (“Penjualan”) sebesar 22% menjadi Rp84,64 triliun pada FY25 jika dibandingkan Penjualan pada periode FY24 sebesar Rp69,19 triliun. Pasar domestik masih menjadi fondasi utama kinerja ANTAM pada FY25, dengan kontribusi Penjualan mencapai Rp81,10 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan bersih FY25, mencerminkan kuatnya positioning Perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan dari pasar dalam negeri.

Di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan dan tekanan inflasi, permintaan domestik terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai tetap terjaga kuat. ANTAM secara proaktif mengarahkan strategi sourcing pada penguatan pasokan emas dari dalam negeri guna memperkuat daya saing Perusahaan. Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas ANTAM tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja Perusahaan. Pada FY25, segmen emas berkontribusi sekitar 79% terhadap Penjualan ANTAM. Penjualan emas pada FY25 mengalami pertumbuhan sebesar 15% dengan nilai Rp66,47 triliun jika dibandingkan dengan Penjualan emas FY24 senilai Rp57,56 triliun.

Melalui penguatan strategi pemasaran domestik yang diiringi dengan keberhasilan penyesuaian dan optimalisasi suplai dalam negeri, ANTAM membukukan volume penjualan emas sebesar 37.365 kg (1.201.313 troy oz.) pada FY25.

Segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) mencatatkan kontribusi sebesar 18% atau Rp14,85 triliun terhadap total Penjualan di FY25. Capaian positif kinerja segmen nikel ini meningkat secara signifikan sebesar 56% dari Rp9,50 triliun pada FY24 selaras dengan tingginya permintaan serta keunggulan kualitas produk bijih nikel ANTAM untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.

Sepanjang FY25, produksi bijih nikel ANTAM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62% dibandingkan capaian produksi pada FY24 sebesar 9,94 juta wmt. Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel pada FY25 tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75% dibandingkan FY24 sebesar 8,35 juta wmt. Didorong dengan meningkatnya permintaan domestik, FY25 menandai kinerja produksi dan penjualan bijih nikel ANTAM sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak pemberlakuan larangan ekspor mineral.

Sementara untuk produk feronikel di tengah dinamika regulasi dalam negeri sepanjang FY25, ANTAM menjaga stabilitas operasional dengan membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.

Segmen bauksit dan alumina, pada FY25 membukukan kontribusi sebesar 3% terhadap total Penjualan ANTAM dengan nilai Penjualan mencapai Rp2,92 triliun. Penjualan segmen bauksit dan alumina meningkat 62% dibandingkan capaian pada FY24 sebesar Rp1,80 triliun.

Melalui optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta meningkatnya serapan pasar domestik, pada FY25 ANTAM membukukan capaian produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan. Produksi bauksit pada FY25 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, meningkat signifikan 112% dibandingkan FY24 sebesar 1,33 juta wmt. Sementara, penjualan bauksit pada FY25 mencapai 1,89 juta wmt, meningkat signifikan 157% dibandingkan FY24 sebesar 736.188 wmt.

Dengan strategi ANTAM dalam mengoptimalkan operasi Pabrik CGA Perusahaan, produksi alumina berupa chemical grade alumina (CGA) pada FY25 mencapai 181.690 ton alumina, meningkat 23% dibandingkan FY24 sebesar 147.826 ton alumina. Sementara, penjualan CGA mencapai 179.828 ton alumina, tumbuh 1% dibandingkan FY24 sebesar 177.178 ton alumina. Capaian pada FY25 tersebut, menjadikan tingkat produksi dan penjualan CGA sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.

Mewujudkan Nilai Tambah Perusahaan melalui Implementasi Keberlanjutan

Sebagai wujud komitmen ANTAM terhadap pelaksanaan Environmental, Social, and Governance (ESG), pada FY25 ANTAM melakukan inisiatif pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang digunakan dalam operasional Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia dan Unit Bisnis Pertambangan Emas.

Berdasarkan data Sustainalytics ESG Risk Rating Report, ANTAM mencatatkan perbaikan kinerja ESG yang tercermin dari penurunan skor risiko Sustainalytics. Pada tahun 2025, skor risiko Sustainalytics ANTAM tercatat mengalami penurunan menjadi 33,36 (high risk), dari tahun 2024 sebesar 42,06 (severe risk). Penurunan risiko ini, mencerminkan penguatan manajemen risiko, pengungkapan informasi yang lebih baik serta tata kelola Perusahaan yang semakin solid.

Konsistensi dalam penerapan ESG diyakini akan memperkuat ketahanan usaha di tengah dinamika industri, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi Perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Pengembangan Bisnis Berkelanjutan Melalui Hilirisasi Mineral

Mengacu pada Asta Cita ke-5, yang merupakan salah satu dari delapan agenda prioritas pembangunan nasional Indonesia yang berfokus pada hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. ANTAM berkomitmen memperkuat hilirisasi mineral secara terintegrasi untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan di dalam negeri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai proyek hilirisasi mineral Perusahaan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perusahaan.

Pada segmen emas, ANTAM sedang melaksanakan proyek pengembangan fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, yang saat ini sedang memasuki fase konstruksi. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah segmen usaha emas melalui peningkatan kapasitas manufaktur emas Logam Mulia.

Pada segmen nikel, ANTAM telah mencapai sejumlah milestone penting dalam proyek kerja sama pengembangan ekosistem EV Battery di Indonesia bersama Mitra CBL (Grup CATL) yang mencakup penyelesaian pekerjaan awal, proses perizinan, serta persiapan pendanaan untuk mendukung kesiapan konstruksi sesuai target. Proyek telah memasuki fase konstruksi di Halmahera Timur yang ditandai dengan dimulainya aktivitas konstruksi EPC pada triwulan 4 tahun 2025 sebagai bagian dari pengembangan ekosistem EV Battery nasional.

Selain itu, ANTAM juga semakin menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung percepatan ekosistem baterai terintegrasi nasional melalui pengembangan inisiatif berikutnya bersama PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan mitra strategis HYD (yang dipimpin oleh korporasi global Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd) dalam penandatanganan Framework Agreement sebagai landasan pengembangan investasi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengelolaan sumber daya nikel, pengolahan dan pemurnian, hingga produksi baterai.

Dalam upaya memperkuat hilirisasi komoditas bauksit, ANTAM berkomitmen penuh mendorong integrasi industri aluminium nasional melalui Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 1 dengan kapasitas produksi SGA sebesar 1 juta ton alumina.

Sejalan dengan rencana mulai beroperasinya SGAR Fase 1 yang ditargetkan di tahun 2026 ini, telah dilaksanakan pula groundbreaking Proyek SGAR Fase II di Februari 2026 ini dengan rencana tambahan kapasitas SGA hingga 1 juta ton alumina per tahun yang akan dikembangkan secara bertahap, guna mendukung ketahanan mineral nasional serta memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri manufaktur domestik, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Melalui berbagai inisiatif pengembangan yang dijalankan, ANTAM memperluas ruang pertumbuhan jangka panjang yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

 

Previous Post

Agrinas Pangan Nusantara Ungkap Total Pengadaan Impor Kendaraan Operasional Mencapai 160.000 unit

Next Post

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

Related Posts

Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

1 April 2026
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics
Berita

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

1 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

1 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

1 April 2026
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri
Berita

Agrinas Pangan Nusantara Ungkap Total Pengadaan Impor Kendaraan Operasional Mencapai 160.000 unit

1 April 2026
Next Post
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

3 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

2,5 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+6 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Arus Balik

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Presiden Prabowo Subianto Memaparkan Pencapaian Danantara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang

1 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Patra Niaga Hadirkan 19 Titik Serambi MyPertamina di Jalur Wisata, Temani Perjalanan Libur Lebaran 2026

6 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

by redaksi
1 April 2026
0

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) kian mengukuhkan dominasinya di sektor...

Read more
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

1 April 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

1 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jepang senilai Rp401,71 triliun

1 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In