Sementara itu, untuk tahap kedua digunakan untuk membeli 582 unit kapal yang mencakup kapal penangkap (single) sebanyak 580 unit dan 2 unit kapal angkut dan processing dengan berbagai macam tipe ukuran.
“Jadi kalau jenis kapalnya memang itu cukup banyak jadi kalau yang UK yang loan itu ada 1.000 unit 30 GT dengan berbagai tipe alat tangkap. Kalau kapal ikan itu kan tergantung alat tangkapnya,” jelasnya.
Adapun, terkait proses pinjaman dana dari Inggris saat ini masih dalam tahap bluebook di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Nantinya akan masuk ke tahap greenbook hingga realisasi pendanaan.
“Kalau sekarang anggaran yang sudah jelas adalah yang 1.000 unit untuk 30 GT itu US$1 miliar itu kira-kira Rp16 triliun, itu kami jadwalkan 2 tahun selesai,” tuturnya.
Sementara itu, untuk pendanaan dari Danantara pada tahap pertama akan digunakan untuk kapal PCPB Group 15 unit, kapal penangkap ikan (single) 72 unit, kapal pengangkut dan processing 25 unit, dan pembangunan 4 hub di Probolinggo, Bitung, Bacon, dan Tual.
Untuk tahap kedua pendanaan dari Danantara untuk kapal PCPB Group 70 unit, kapal penangkap ikan 718 unit, dan kapal pengangkut & processing 75 unit. Secara keseluruhan, pihaknya menargetkan seluruh tahapan selesai pada 2029.
Lebih lanjut, dia menyebut, pendanaan dari Danantara masih belum terealisasi karena lembaga tersebut baru terbentuk sehingga masih dipersiapkan mekanisme dan payung hukumnya. Namun, anggaran tersebut dinilai sudah disiapkan dari Kementerian Keuangan.
“Pembangunannya seluruhnya di Indonesia tadi kalau totalnya kami ada informasi dari teman-teman Kemenperin total galangan 358 tapi kan itu perlu di asesmen mana yang memang punya kualifikasi, dokumen-dokumen yang sesuai termasuk dari sisi finansial,” terangnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















