“Operational excellence yang kita lakukan sudah bertumbuh, baik berupa revenue maupun budaya kerja atau corporate culture. Namun, saya ingatkan kembali bahwa operational excellence itu muaranya harus kepada financial excellence,” kata Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat saat menginspeksi Kebun Karet PTPN VII Unit Waylima, Selasa (2/11/21).
Bersama R. Wiwin Istanti, salah satu Komisaris, pada kunjungan itu Nurhidayat didampingi Ryanto Wisnuardhy, Direktur PTPN VII dan SEVP Operation II Dicky Tjahyono. Turut hadir, beberapa Anggota Komite Audit Komisaris, Kabag. Tanaman Wiyoso, Sekretaris Perusahaan Bambang Hartawan, Kabag SPI Ari Askari dan beberapa pejabat utama. Dari Unit Waylima, rombongan melanjutkan inspeksi ke PTPN VII Unit Wayberulu.
Meskipun demikian, Nurhidayat menyatakan komoditas karet yang masih relatif stagnan kinerjanya harus tetap dipertahankan. Fluktuasi harga kelapa sawit yang saat ini sedang naik, kata dia, sangat terbuka juga terjadi pada karet.
R. Wiwin Istanti, komisaris PTPN VII menyoroti statement Moehammad Baasith, Manajer PTPN VII Unit Waylima tentang kebun yang dikelolanya. Menurut Wiwin, kebun dengan luas yang relatif kecil harus menjadi keunggulan kinerja dibanding dengan kebun lain.
“Kebun kecil justru harus menjadi keungulan komparatif. Sebab, dengan jangkauan yang lebih dekat, semua dapat dikontrol dengan maksimal. Dan itu pasti akan lebih sehat. Salah satu cara, bisa dilakukan kompetisi di internal,” kata dia.
Pada kunjungan lanjutannya ke Unit Wayberulu, yang juga berada di Kabupaten Pesawaran, Nurhidayat mengulangi pernyataan tentang financial excellence. Di Unit ini, seluruh Manajer Unit yang mengelola komoditas karet di wilayah Lampung hadir. Selain Sugeng Budi Prasongko sebagai tuan rumah, hadir Manajer Unit Tulungbuyut Agus Faroni, Manajer Unit bergen Ahmad Nurwibowo, dan Manajer Unit Kedaton Rusman Ali Yusuf.
















