Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Len Industri (Persero) selaku Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, yang turut dihadiri oleh seluruh member DEFEND ID, sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan penguatan peran BUMN strategis dalam mendukung ketahanan nasional.
Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI menerima pemaparan mengenai kinerja operasional dan keuangan DEFEND ID beserta subholdingnya, meliputi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana, serta rencana kerja dan roadmap pengembangan Industri Pertahanan ke depan. Paparan tersebut menegaskan posisi DEFEND ID sebagai pilar utama dalam pengembangan industri pertahanan nasional yang berorientasi pada kemandirian teknologi dan daya saing global.
Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi atas capaian kinerja DEFEND ID yang tetap terjaga secara positif di tengah dinamika lingkungan strategis dan kebijakan fiskal nasional. Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan bisnis, kemampuan adaptasi, serta efektivitas transformasi holding dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus mendukung agenda strategis negara.
Lebih lanjut, Komisi VI DPR RI mendorong DEFEND ID untuk terus memperkuat peran riset dan inovasi sebagai fondasi pengembangan industri pertahanan nasional, meningkatkan kualitas dan kapabilitas lini produk, serta memperluas daya saing di pasar domestik maupun internasional. Seluruh upaya tersebut diharapkan dijalankan dengan konsistensi terhadap prinsip Good Corporate Governance sebagai landasan penguatan kinerja dan kepercayaan publik.
Dalam konteks kebijakan nasional, Komisi VI DPR RI juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup optimalisasi penyerapan produk industri pertahanan dalam negeri, penguatan fasilitas pendukung penguasaan teknologi prioritas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan, serta peningkatan sinergi antara BUMN dan BUMS untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Selain itu, Komisi VI DPR RI menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rangka mendukung visi besar Asta Cita Presiden, khususnya pada program ketahanan energi, ketahanan pangan, konektivitas nasional, serta pertahanan dan keamanan negara. Upaya komersialisasi produk strategis nasional juga menjadi perhatian, termasuk penguatan peran industri dirgantara nasional dalam mendukung konektivitas wilayah.
Agenda RDP ini menegaskan komitmen bersama antara DPR RI, pemerintah, dan DEFEND ID dalam memperkuat industri pertahanan nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sebagai bagian integral dari kedaulatan dan kepentingan strategis Indonesia.















