Penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bank-bank besar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini tumbuh cukup baik. Kredit segmen ini termasuk salah satu yang menjadi penopang pertumbuhan kredit secara keseluruhan.
Salah satunya dicatatkan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Oustanding KPR bank pelat merah ini per Maret 2022 mencapai Rp 50,5 triliun. Angka itu meningkat 8,4% year on year (yoy) dari 46,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Tidak hanya secara tahunan, KPR BNI ini juga meningkat dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 1,8%. Per Desember 2021, total kredit KPR BNI mencapai Rp 49,6 triliun.
KPR menyumbang sekitar 50,1% terhadap total kredit konsumer BNI pada kuartal I. Kredit konsumer ini tercatat tumbuh 11,4% dari Rp 91 triliun pada Maret 2021 menjadi Rp 101,4 triliun pada Maret 2022.
Adapun total kredit BNI secara keseluruhan di kuartal I-2022 tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 591,7 triliun. Dengan begitu, porsi KPR terhadap total kredit perseroan mencapai 8,53%.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pertumbuhan kredit konsumer yang ditopang oleh KPR dan kredit payroll didorong oleh brand consumer banking BNI yang sudah terbentuk dengan baik.
“Sehingga konsumer banking BNI mampu memberi daya saing yang sangat kuat dalam berkompetisi dengan peers untuk melayani kebutuhan konsumer,” kata Royke, Selasa (26/4).
Pertumbuhan KPR tersebut disertai dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) KPR BNI turun dari 3,7% pada kuartal I tahun lalu menjadi 3%.
Sementara pemimpin Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI Teddy Wishadi sebelumnya mengatakan, KPR BNI tahun ini ditargetkan tumbuh di atas 8%.
Sumber Kontan, edit koranbumn













