Menteri PKP, Maruarar Sirait menjelaskan proyek hunian vertikal tersebut akan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI seluas 6.000 meter persegi guna menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Lahan sekitar 6.000 meter persegi (m2) ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” ujar Maruarar dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (7/4/2026).
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan aset negara yang strategis di pusat kota agar memiliki nilai manfaat tinggi bagi mobilitas warga. Kawasan ini dinilai ideal karena terhubung langsung dengan simpul transportasi publik.
Konsep hunian terpadu ini nantinya tidak hanya mencakup unit tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial dan umum dalam satu kawasan.
“Seperti yang disampaikan, nanti ada huniannya, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk masyarakat,” jelasnya.
Rencana pembangunan rusun ini sekaligus menandai kehadiran hunian berbasis kawasan kereta api pertama di wilayah Bandung. Pemerintah menargetkan skema pembiayaan terbaik untuk segera mengeksekusi proyek tersebut.
Kementerian PKP juga membuka peluang kolaborasi pembiayaan dengan sektor swasta, termasuk melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyediaan perumahan nasional.
“Jangan ragukan potensi Indonesia. Kita akan membuat berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan CSR dari perusahaan. Seperti kemarin ada komitmen dari Astra untuk membangun 1.000 rumah susun. Kita juga akan membuka peluang dukungan dari perusahaan maupun yayasan lainnya,” kata Maruarar.
Nantinya, konstruksi hunian vertikal berbasis TOD di Kiaracondong, Bandung itu akan dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah dijadwalkan akan memaparkan konsep final pengembangan kawasan pada akhir April 2026.
“Kita jalankan secepatnya. Tanggal 25 April konsepnya akan dipaparkan, kemudian kita harapkan bisa segera dilanjutkan ke tahap berikutnya,” pungkas dia.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














