• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menteri Kesehatan , Budi Gunadi Sadikin Pastikan Vaksinasi Booster Bakal Dimulai 12 Januari 2022

by redaksi
3 Januari 2022
in Berita
0
CSR BUMN Peduli Covid-19 : Hutama Karya, Dahana, PIM
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bakal dimulai 12 Januari 2022. Berikut 3 jenis vaksin Covid-19 yang bakal digunakan.

“Vaksinasi booster hanya akan diberlakukan di kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi dosis satu 70 persen dan dosis dua 60 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (3/1/2022).

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Lantas vaksin Covid-19 jenis apa yang bakal digunakan untuk vaksinasi booster? Budi mengatakan bahwa pemerintah masih mendiskusikannya antara dua kemungkinan yakni homolog atau sama dengan vaksin sebelumnya atau berbeda alias heterolog.

“Mudah-mudahan tanggal 10 [Januari 2022] sudah ada keputusannya setelah mendapatkan rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan ada tiga jenis vaksin yang sedang dikaji untuk vaksinasi booster, yaitu Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac.

Senada dengan Airlangga, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyebut, bahwa ada tiga vaksin Covid-19 yang bisa dijadikan booster pada Januari 2022, yakni Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac. Ketiga vaksin Covid-19 tersebut diberikan secara homologous, atau dengan jenis vaksin Covid-19 yang sama.

“Secara homologous juga sudah berproses tiga jenis vaksin Covid-19 untuk booster, jadi artinya menggunakan data dari uji klinis yang dilakukan di luar negeri,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito dalam rapat kerja bersama DPR Komisi IX, Selasa (14/12/2021).

Berikut hasil penelitian terkait efektivitas vaksin Covid-19 buatan Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac sebagai vaksin dosis ketiga atau booster.

1. Vaksin Pfizer

Vaksin dosis ketiga atau booster Pfizer diklaim ampuh melawan varian Omicron 25 kali lebih tinggi dibandingkan vaksin biasa. Hal tersebut tentunya menjadi kabar baik di tengah merebaknya kasus penularan varian Omicron di dunia.

dr. Adam Prabata menyebutkan booster vaksin Pfizer dapat meningkatkan kemampuan penetralisir antibodi terhadap antibodi terhadap varian Omicron.

“Press release terbaru dari Pfizer menyatakan bahwa booster vaksin Pfizer dapat meningkatkan kemampuan penetralisir antibodi terhadap antibodi terhadap varian Omicron,” tulis Adam seperti dikutip dari Instagram @adamprabata, Kamis (9/12/2021).

Produsen Pfizer-BioNTech mengeklaim vaksin dosis ketiga atau booster mampu melawan varian Omicron dalam uji laboratorium. Temuan tersebut menjadi pertanda awal bahwa booster vaksin bisa menjadi kunci dalam melindungi tubuh manusia dari varian Omicron yang saat ini menjadi perhatian WHO.

2. Vaksin AstraZeneca

Sebuah studi mengungkapkan jika vaksin booster Astrazeneca ampuh melawan varian Omicron. Pihak AstraZeneca mengatakan bahwa dosis ketiga dari vaksin Covid-19 “secara signifikan” meningkatkan tingkat antibodi terhadap varian virus corona Omicron, mengutip data dari studi laboratorium baru.

Temuan dari penelitian ini, yang belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review, sama dengan hasil dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang juga menemukan dosis ketiga dari suntikan mereka bekerja melawan Omicron.

Studi tentang vaksin AstraZeneca, Vaxzevria, menunjukkan bahwa setelah tiga dosis vaksin, tingkat penetralan terhadap Omicron secara luas mirip dengan yang melawan varian virus Delta setelah dua dosis. Tingkat antibodi penetralisir juga lebih tinggi dengan suntikan booster dibandingkan dengan individu yang sebelumnya telah terinfeksi dan pulih secara alami.

3. Vaksin Sinovac

Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, salah satu yang paling banyak digunakan di dunia, tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron, sebuah studi laboratorium menemukan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang telah menerima suntikan Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac, harus mencari vaksin lain untuk booster mereka.

Penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong menemukan vaksin RNA BioNTech SE Jerman sebagai dosis ketiga membuat mereka yang sebelumnya divaksinasi penuh dengan CoronaVac, secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron.

Dua dosis suntikan BioNTech, yang dikenal sebagai Comirnaty, juga tidak cukup. Meskipun menambahkan booster dari jenis yang sama meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan dilansir dari Bloomberg.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Bergabung jadi Mitra Binaan Pertamina, Omset “Cangcomak” Naik Drastis

Next Post

Telkom Tambah Modal Ke Anak Usaha, Agresif Kembangkan Bisnis Data Center di Awal Tahun

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Telkom Tambah Modal Ke Anak Usaha, Agresif Kembangkan Bisnis Data Center di Awal Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

ICT Goes to School Langkah Pertamina Memperkuat Ketahanan Digital Generasi Alpha dari Risiko Adiksi Game

5 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Tahun 2026, Danantara Optimistis Menjadi Momentum Saham Emiten BUMN Bisa Melakukan Valuasi

6 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Pemulihan Operasional Terus Dilakukan, KAI Tetap Utamakan Keselamatan

5 hari ago
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Dedikasi Keselamatan Kerja, PJO Dahana Raih Apresiasi KKP 2025

2 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In