Dalam rangka monitoring pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok dan di sambut oleh Direktur Utama IPC, Arif Suhartono. Dalam kesempatan ini juga dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder di lingkungan pelabuhan Tanjung priok untuk membahas kesiapan penanganan kelancaran operasional Pelabuhan Tanjung Priok.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala OP Tanjung Priok, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Dr. Capt Wisnu Handoko MSc, Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Muarip, General Manager IPC Cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis Aryana. Dishub DKI, APTRINDO, ASDEKI, President Director NPCT1, dan stakeholder lainnya.
Dalam kunjungan ini dibahas mengenai persiapan NPCT1 dalam rangka menghadapi peningkatan arus peti kemas dan kolaborasi antar stakeholder guna mengatasi kepadatan operasilan dan kelancaran lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kami berharap dengan koordinasi dari semua stakeholder pelabuhan ini kita bisa perbaiki, bahkan kita inginkan bahwa logistik ini indeksnya makin baik,” ungkap Menhub Budi Karya.
Arif Suhartono, Direktur Utama IPC memaparkan, bahwa kepadatan di pelabuhan Tanjung priok salah satunya disebabkan oleh dampak keterlambatan kedatangan kapal luar negeri imbas dari terblokadenya terusan suez. IPC bersama stakeholder terus berupaya melakukan mitigasi kepadatan di suatu terminal tertentu dengan melakukan penyebaran ke semua terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok agar operasional di Pelabuhan Tanjung Priok tetap lancar.















