• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menteri Sri Mulyani Ungkap Jatah Laba Pemerintah dari LPI Bisa Lebih dari 30%

by redaksi
25 Januari 2021
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jatah laba yang akan didapat pemerintah dari Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) mencapai lebih dari 30%.

“Mungkin dalam kondisi tertentu menteri keuangan membuat keputusan laba dividen bisa melebihi 30%,” kata Menkeu Sri Mulyani saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (25/1).

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Namun untuk mendapatkan keuntungan dari LPI ada beberapa langkah yang musti dilakukan. Sri Mulyani menjelaskan, pada dasarnya LPI dapat mengoptimalisasi dan mengakumulasi nilai investasi negara khususnya foreign direct investment (FDI) dengan skema co-investment dengan horizon investasi menengah dan panjang.

Investasi yang masuk diharapkan dapat menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian nasional, serta kemanfaatan umum seperti penciptaan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya.

Karena penempatan investasi LPI pada sector infrastruktur, tentunya akan memberi banyak peluang untuk BUMN melakukan recycling di saat yang tepat sehingga infrastrukur akan lebih banyak lagi terbangun.

Nah, dengan co-investment dan bentuk sumber modal yang diperoleh, LPI akan mengakumulasi modal secara yang berkesinambungan sebagai alternatif dalam membiayai pembangunan nasional jangka panjang yang berkelanjutan, dan pada akhirnya ada keuntungan yang diterima sebagai penerimaan negara.

Kemudian, saat laba dari LPI diperoleh, maka 10%-nya dimasukkan dalam cadangan wajib dan tidak dibagikan kepada pemerintah. Apabila cadangan wajib sudah sebanyak 50% dari modal awal, maka barulah pemerintah dapat mengambil bagian dari laba paling banyak 30% dari laba tahun sebelumnya atau dapat melebihi 30% berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.

Apabila dari laba yang dihasilkan LPI secara terus menerus dipupuk dalam struktur modal dan menjadi semakin besar, maka kesempatan untuk menarik minat dana FDI juga semakin besar.

“Sehingga akan banyak investasi asing yang joint di dalam proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Mengingat sifat modalitas yang diterima Indonesia dalam konteks investasi LPI bersama FDI merupakan ekuitas, maka investasi dimaksud bukanlah bertambahnya jumlah pinjaman yang masuk, melainkan modal (equity),” ujar Sri Mulyani.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Progres Proyek Seksi Terakhir Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Next Post

Jamkrindo Catat Realisasi Penjaminan Kredit Modal Kerja Program PEN Capai Rp9,34 Triliun

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Catat Realisasi Penjaminan Kredit Modal Kerja Program PEN Capai Rp9,34 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

OJK Ungkap Pembubaran Dana Pensiun Pelni Atas Permohonan Pendiri

4 hari ago
Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon

Peringati Bulan K3, ASDP Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

2 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

RUPSLB Pertamina Geothermal Energy Mengangkat Ahmad Yani sebagai Direktur Utama

2 hari ago
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun

ASABRI MELAYANI SEPENUH HATI: Menjaga Kepuasan Peserta terhadap Layanan ASABRI

3 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In