• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Senin, 13 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Mitratel Mengungkapkan Pengembangan Sistem Menara Terbang untuk Memperluas Jangkauan Sinyal di Wilayah Terpencil Indonesia.

by redaksi
13 April 2026
in Anak Perusahaan, Berita
0
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Emiten menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengungkapkan pengembangan sistem menara terbang atau flying tower system (FTS) berjalan sesuai rencana guna memperluas jangkauan sinyal di wilayah terpencil Indonesia.

Anak usaha Telkom ini memandang target komersialisasi High Altitude Platform Station (HAPS) yang dibidik Airbus pada 2028, sebagai lini masa yang realistis untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.

RelatedPosts

Perusahaan Afiliasi BRI, PKSS Menargetkan Diversifikasi Portofolio Klien di Luar BRI Group pada 2026

Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru

Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang

Corporate Secretary Mitratel, Hendra Purnama, mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi teknologi yang sering dijuluki sebagai Flying Tower System (FTS) ini. Menurutnya, jendela waktu menuju 2028 berada dalam koridor wajar, asalkan seluruh elemen pendukung industri tumbuh secara beriringan.

Secara teknis, HAPS merupakan wahana terbang yang beroperasi di lapisan stratosfer, sekitar 20 kilometer di atas permukaan bumi. Berbeda dengan satelit yang berada di orbit luar angkasa atau menara konvensional yang tertancap di tanah, HAPS bekerja layaknya BTS yang melayang.

HAPS mampu mencakup area luas tanpa terkendala topografi ekstrem seperti pegunungan atau kepulauan yang sulit dijangkau kabel serat optik.

Progres teknologi ini menunjukkan sinyal positif, terutama pada sisi uji coba teknis dan validasi kemampuan konektivitas. Namun, Hendra mencermati pencapaian tahap komersialisasi menuntut lebih dari sekadar keberhasilan terbang.

Dia menitikberatkan pada kematangan ekosistem industri, kejelasan regulasi ruang udara, serta model bisnis yang berkelanjutan.

“Target komersialisasi HAPS pada 2028 merupakan timeline yang realistis. Catatannya, seluruh aspek pendukung harus dapat berkembang secara selaras,” ujar Hendra kepada Bisnis, Jumat (10/4/2026).

Sebagai raksasa infrastruktur, Mitratel memilih langkah konservatif namun terukur. Perusahaan menerapkan pendekatan bertahap melalui pelaksanaan Proof of Concept (PoC).

Langkah ini krusial untuk mengevaluasi kelayakan implementasi secara masif, sekaligus memastikan integrasi dengan jaringan menara yang sudah ada saat ini berjalan tanpa gangguan teknis.

Jika membandingkan kedua infrastruktur menara konvesional dengan BTS terbang, menara telekomunikasi konvensional memiliki keunggulan pada stabilitas kapasitas data dan kemudahan perawatan fisik karena lokasinya yang statis di permukaan tanah.

Hal ini berbeda dengan Flying Tower System yang menawarkan fleksibilitas luar biasa karena kemampuannya menjangkau wilayah blind spot tanpa perlu pembebasan lahan yang rumit di area hutan atau pelosok.

Meskipun menara darat tetap menjadi tulang punggung utama jaringan di wilayah perkotaan, HAPS hadir sebagai solusi pelengkap yang efisien untuk konektivitas maritim dan daerah tertinggal.

Biaya pembangunan satu menara fisik mungkin lebih terukur, namun untuk menjangkau satu pulau terluar, biaya logistik dan penggelaran kabel bawah laut jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan menerbangkan satu unit BTS ke langit yang mampu mencakup wilayah seluas satu provinsi.

Hendra menambahkan, hasil dari tahapan PoC akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah ekspansi ke depan. Mitratel tetap melihat peluang FTS secara positif, terutama dalam menyiasati tantangan geografis Indonesia yang sangat kompleks.

“Kami memandang peluang ini secara positif sebagai solusi pelengkap konektivitas. Namun, komersialisasi penuh sangat bergantung pada hasil evaluasi teknis, kesiapan regulasi, serta kesesuaian dengan kebutuhan pasar,” tuturnya

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Perusahaan Afiliasi BRI, PKSS Menargetkan Diversifikasi Portofolio Klien di Luar BRI Group pada 2026

Related Posts

Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perusahaan Afiliasi BRI, PKSS Menargetkan Diversifikasi Portofolio Klien di Luar BRI Group pada 2026

13 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru

13 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang

13 April 2026
PGN Siapkan Laksanakan Gasifikasi 52 Pembangkit Listrik PLN
Berita

Komisaris Utama PGN Gunakan BBG di Kendaraan Pribadi, Dorong Ketahanan Energi Nasional

13 April 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Digitalisasi Berbasis ESG, BSI Pacu Pertumbuhan Nasabah Melampaui 23 Juta

13 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

13 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Dorong Kepastian Regulasi Industri Strategis dalam Revisi UU PSDN

4 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Perkuat Ekonomi Lokal, TIMAH Resmikan Gerai Komunitas UMKM dan Kreatif di Pelabuhan Tanjung Maqom Kundur

2 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Wijaya Karya Menargetkan Pembukaan Kembali Pembukaan Saham Perseroan di BEI pada Semester II 2026

6 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Mendorong Digitalisasi untuk Memenuhi Standar Kompetensi Bankir Syariah Ditetapkan OJK

2 hari ago
Mitratel Bukukan Kenaikan Pendapatan 12,9 Persen Hingga Juli 2020
Anak Perusahaan

Mitratel Mengungkapkan Pengembangan Sistem Menara Terbang untuk Memperluas Jangkauan Sinyal di Wilayah Terpencil Indonesia.

by redaksi
13 April 2026
0

Emiten menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengungkapkan pengembangan sistem menara terbang atau flying tower system (FTS) berjalan sesuai rencana...

Read more
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Perusahaan Afiliasi BRI, PKSS Menargetkan Diversifikasi Portofolio Klien di Luar BRI Group pada 2026

13 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru

13 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang

13 April 2026
PGN Siapkan Laksanakan Gasifikasi 52 Pembangkit Listrik PLN

Komisaris Utama PGN Gunakan BBG di Kendaraan Pribadi, Dorong Ketahanan Energi Nasional

13 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In