Dalam sektor pariwisata multiplier effect atau efek pengganda merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam memutuskan pengembangan suatu kawasan menjadi destinasi pariwisata. Hal ini karena multiplier effect dari pembangunan berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi , pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup di daerah tersebut.
Dalam mengembangkan KEK Mandalika, ITDC beserta para mitra strategis benar-benar memikirkan multiplier effect dari keberadaan kawasan ini. Mengingat pembangunan Infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang KEK Mandalika merupakan satu kesatuan yang akan menimbulkan dampak investasi di dalam KEK Mandalika secara keseluruhan seperti akomodasi dan atraksi pariwisata lainnya, maka dampak ekonomi baru akan dirasakan apabila infrastruktur dasar dan fasilitas penunjangnya beserta akomodasi telah selesai, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara bertahap.
Beberapa multiplier effect dengan adanya pengembangan KEK Mandalika (atas PMN yang diterima ITDC pada tahun 2015 sebesar Rp 250 M) yaitu sebagai berikut:
1. Mengurangi angka pengangguran di Lombok Tengah yaitu pada tahun 2015 sebesar 8,10% menjadi 3,03% pada tahun 2017.
2. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran di Kawasan Mandalika dari tahun 2016 sebesar Rp 8,2 Miliar menjadi Rp 10,7 Miliar pada tahun 2017.
3. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Lombok Tengah pada tahun 2016 sebanyak 59.148 untuk wisatawan domestik menjadi 113.959 pada tahun 2017.
Tentunya ada berbagai multiplier effect signifikan lainnya bagi penghidupan masyarakat Lombok dan sekitarnya yang akan dirasakan masyarakat dalam waktu dekat maupun jangka panjang.















