Perkebunan Nusantara II memiliki 2 Pabrik Gula yang tersebar di wilayah Sumatera Utara dan dinaungi oleh Distrik Semusim. Pabrik Gula memiliki kapasitas 4.000 Ton Tebu/Hari, Salah satunya adalah Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) yang berlokasi di Desa Kwala Begumit, Kabupaten Langkat. Pabrik Gula Kwala Madu sudah berdiri sejak tahun 1984, dan masih beroperasi hingga saat ini.
Rabu, 12 Januari 2022, PGKM melaksanakan No load test untuk Persiapan Giling Perdana Periode tahun 2021/2022 yang akan direncakan mulai giling tebu tanggal 1 Februari 2022.
Pembuatan Gula di PGKM terdiri dari berbagai proses. Pertama, Tebu masuk melalui timbangan lalu dianalisa trash tebu untuk pembersihan, setelah itu tebu masuk ke stasiun gilingan menggunakan hilo (2 arah), Tippler, Cane Stacker (2 arah) untuk dilakukan proses penggilingan, kemudian tebu dicacah menggunakan alat cane cuter, dan dihaluskan melalui alat uni gerator, lalu tebu yg sudah dihaluskan di press ke gilingan 1, 2, 3, 4 dan 5 untuk mengeluarkan Nira.
Setelah itu, Nira dikirim ke stasiun Pemurnian untuk dilakukan penjernihan menggunakan alat door clarivier (Penjernihan Nira). Nira yg sudah jernih dikirim ke stasiun Evaporator untuk menguapkan air Nira hingga Nira menjadi kental. Nira yang sudah kental dikirim ke stasiun Masakan, dimasak didalam pan untuk proses pengkristalan. Setelah Nira sudah Mengkristal, dikirim ke stasiun Putaran untuk dilakukan proses pemutihan menjadi GKP (Gula Kristal Putih).
GKP lalu dikirim ke stasiun Sugar Bin untuk dilakukan proses packing kemasan 1 kg gula kristal dan 50 kg gula kristal dengan brand Walini. Brand Walini yang sudah di pack dengan kemasan 1 kg dan 50 kg di simpan ke gudang hasil dan siap untuk dipasarkan.
















