Konsolidasi industri galangan kapal nasional tidak hanya bergantung pada integrasi fasilitas produksi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang menguasai teknologi maritim modern. Untuk itu, PT PAL Indonesia menggandeng perguruan tinggi guna menyiapkan talenta muda yang akan menopang transformasi industri maritim nasional.
Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bambang Pramujati di Kampus ITS Surabaya, Rabu (4/3). Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi praktek magang bagi mahasiswa, pendidikan Magister dan Doktor bagi karyawan PT PAL, riset, dan inovasi teknologi untuk mendukung konsolidasi galangan kapal nasional.
Kaharuddin menegaskan, mandat PT PAL sebagai National Consolidator tidak hanya sebatas integrasi galangan kapal dengan industri pendukung. Konsolidasi industri juga menuntut kesiapan talenta unggul serta penguasaan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri maritim dan pertahanan di masa depan. “Di sinilah perguruan tinggi seperti ITS memiliki posisi strategis untuk menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan industri maritim dan pertahanan,” ujarnya.
Menurut Kaharuddin, transformasi industri maritim membutuhkan generasi insinyur yang tidak hanya kuat dalam penguasaan teori, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi konkret bagi kebutuhan industri.
Bagi PT PAL, perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas dari sekadar lembaga pendidikan. Kampus juga merupakan pusat riset dan inovasi yang dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan teknologi industri maritim nasional.
Rektor ITS, Bambang Pramujati menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih aktif dalam menjembatani pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan industri.
Menurut Bambang, ITS memiliki tradisi panjang dalam pengembangan rekayasa maritim. Karena itu, kolaborasi dengan PT PAL membuka peluang agar riset dan inovasi yang dihasilkan di lingkungan kampus dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri maritim nasional. “Kami melihat kolaborasi dengan PT PAL sebagai kesempatan strategis agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri maritim Indonesia,” katanya.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pengembangan desain kapal, sistem kelistrikan kapal, hingga teknologi maritim masa depan yang berpotensi mendukung modernisasi armada laut Indonesia.
Sinergi antara dunia akademik dan industri dinilai menjadi salah satu prasyarat penting bagi lahirnya teknologi maritim yang adaptif sekaligus berdaya saing global. Dalam konteks itu, kolaborasi antara PT PAL dan ITS dipandang sebagai langkah strategis untuk menyiapkan fondasi sumber daya manusia dalam mendukung konsolidasi galangan kapal nasional.
Tentang PT PAL Indonesia: PT PAL Indonesia merupakan perusahaan manufaktur bidang maritim terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas rancang (desain) bangun kapal perang, kapal niaga, dan rekayasa umum (general engineering). Selain itu, kami juga terbilang andal dalam pemeliharaan & perbaikan (harkan) serta overhaul produk-produk maritim baik kapal perang, kapal selam, kapal niaga, serta general engineering produk energi dan elektrifikasi.












