PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA+ untuk PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah) dengan prospek direvisi dari stabil menjadi positif.
Pefindo menyebut, rating tersebut mencerminkan transaksi penggabungan usaha antara PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIsyariah), PT Bank BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan meningkatkan profil kredit bank sebagai hasil penggabungan usaha menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA+ untuk PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah) dengan prospek direvisi dari stabil menjadi positif.
Pefindo menyebut, rating tersebut mencerminkan transaksi penggabungan usaha antara PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIsyariah), PT Bank BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan meningkatkan profil kredit bank sebagai hasil penggabungan usaha menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.
Peringkat dapat diturunkan jika melihat penurunan material dalam dukungan dari Induk, yang dapat dibuktikan dari penurunan material atas kepemilikan Bank BNI, didukung oleh penurunan kepemilikan yang signifikan, atau terdapat penurunan kepentingan BNI Syariah secara substansial karena memburuknya posisi pasar atau indikator profitabilitas Bank.
Pefindo, menilai pandemi Covid-19 memiliki dampak moderat terhadap profil risiko industri perbankan syariah. Penurunan bisnis yang substansial di hampir semua sektor telah menyebabkan permintaan akan pembiayaan dan layanan keuangan lainnya menjadi rendah, berdampak pada profil profitabilitas perbankan.
Peringkat dapat diturunkan jika melihat penurunan material dalam dukungan dari Induk, yang dapat dibuktikan dari penurunan material atas kepemilikan Bank BNI, didukung oleh penurunan kepemilikan yang signifikan, atau terdapat penurunan kepentingan BNI Syariah secara substansial karena memburuknya posisi pasar atau indikator profitabilitas Bank.
Pefindo, menilai pandemi Covid-19 memiliki dampak moderat terhadap profil risiko industri perbankan syariah. Penurunan bisnis yang substansial di hampir semua sektor telah menyebabkan permintaan akan pembiayaan dan layanan keuangan lainnya menjadi rendah, berdampak pada profil profitabilitas perbankan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














