Sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas wilayah laut yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta km2, sektor maritim (kelautan) menjadi sangat strategis bagi Indonesia. Sektor kelautan khususnya pembangunan (ekonomi) apabila dikelola dengan inovatif dan baik, maka dapat menjadi salah satu sumber modal utama pembangunan.
Salah satu yang menjadi fokus sektor kelautan adalah pengelolaan perikanan yang berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Secara potensi, perikanan Indonesia adalah yang terbesar di dunia, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.
Selain potensinya yang begitu besar, perikanan Indonesia masih memiliki beberapa tantangan dalam distribusi dan moda transportasi hasil perikanan di lokasi Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kerjasama dari semua pihak. Atas inisiasi Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan dilakukan rapat koordinasi pengelolaan distribusi dan transportasi hasil perikanan dalam mendukung program penangkapan ikan terukur, Kamis (24/3).
Pada rapat tersebut, Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhudha mendapat kesempatan untuk menjadi Narasumber dengan topik Kesiapan Pelabuhan dan Dukungan Layanan Pelindo dalam mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur.
Sebagai salah satu Subholding Pelindo dan Anak Perusahaan BUMN, SPSL berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah dalam akselerasi kemajuan ekonomi Indonesia, kelancaran mobilitas, pergerakan komuter dan logistik serta secara khusus mendukung distribusi dan transportasi hasil perikanan yang sejalan dengan visi perusahaan yakni to become the best solution provider for an integration logistic ecosystem.















