Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan, penurunan tersebut sejalan dengan pengajuan dispensasi kapasitas penumpang yang lebih rendah dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, yang mencapai 152% dengan total 650.329 orang.
“Pada tahun ini kami usulkan ke Kementerian Perhubungan di angka 145%. Jadi otomatis itu menurunkan dari proyeksi jumlah penumpang kami,” ujarnya dalam Konferensi Pers Angkutan Lebaran 1447 H, Rabu (4/3/2026).
Anda, sapaannya, menuturkan apabila angka dispensasi yang diajukan sama seperti tahun lalu, jumlah penumpang diproyeksikan meningkat hingga 5% secara tahunan (year on year/YoY).
`Pengajuan dispensasi tersebut merujuk pada permintaan izin kepada regulator, yakni Kementerian Perhubungan, agar kapal dapat memuat penumpang melebihi kapasitas normal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Secara umum, Pelni menyediakan 55 kapal—terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis—dengan total kapasitas 56.069 tempat duduk. Adapun total ketersediaan tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.550 tiket.
Tahun ini, sebaran penumpang terbesar berada di Indonesia bagian Tengah sebesar 43,6%, diikuti wilayah Barat 28,6%, dan wilayah Timur 27,8% dari total proyeksi.
Lima pelabuhan keberangkatan terpadat yakni Makassar (49.232 orang), Balikpapan (38.878 orang), Batam (32.836 orang), Ambon (32.603 orang), dan Bau-Bau (32.099 orang). Sementara itu, kedatangan terpadat berada di Kumai (58.850 orang), Makassar (49.490 orang), Surabaya (34.366 orang), Balikpapan (29.167 orang), dan Ambon (28.247 orang).
Adapun ruas terpadat berada di rute Batam—Belawan yang diproyeksikan mengangkut 25.419 penumpang.
Lebih lanjut, Anda menyampaikan Pelni telah menyiapkan langkah strategis selain kesiapan armada, seperti penyesuaian rute dan jadwal melalui rerouting terhadap 21 kapal penumpang PSO untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada ruas tertentu, misalnya Medan—Batam.
Pasalnya, dengan lonjakan penumpang pada masa Lebaran, ketersediaan kapal Pelni terbilang terbatas. Terlebih, KM Umsini masih dalam perbaikan usai mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Makassar pada 2024 lalu.
Pelni juga menambah perbantuan dua kapal, yakni KM Leuser dan KM Nggapulu. Selain itu, penambahan frekuensi pelayaran dilakukan dengan KM Kelud dan KM Dorolonda.
Sumber Bisnis, edit koranbumn











