• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pemerintah Tidak Tempatkan Dana PEN di BRI, BNI dan Bank Mandiri untuk Sisa Periode Tahun Ini

by redaksi
14 Agustus 2021
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memutuskan untuk tidak mempatkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tiga bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri Tbk untuk sisa periode tahun ini.

Stimulus yang termasuk dalam rangkaian program PEN 2021 tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perbankan, sehingga diharapkan dapat mendorong kredit masyarakat di tengah dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi virus corona.

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

“Penempatan dana kita teruskan, di Himbara mungkin enggak, tapi di Bank Pembangunan Daerah (BPD) kita masih terus lakukan,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, pekan lalu.

Meski begitu, Suahasil menyampaikan, stimulus di sektor keuangan lainnya masih berlanjut antara lain subsidi bunga dan penjaminan kredit modal kerja. Sehingga, ia memastikan dukungan pemerintah kepada dunia usaha tetap diberikan.

Direktur Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Noor Faisal Achmad mengatakan, penempatan dana pemerintah di bank umum mitra mengacu kepada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104/PMK.05/2020.

Beleid itu mengatur, bagian dari dana PEN 2021 tersebut ditepbatkan di bank umum/Himbara berdasarkan usulan permintaan dari bank umum mitra.

“Dari empat bank Himbara, pemerintah tidak lagi melakukan penempatan di Bank Mandiri, BRI, dan BNI dikarenakan sudah tidak mengajukan permohonan penempatan kembali. Pemerintah masih menempatkan dana di Bank BTN sebesar Rp 10 triliun,” kata Noor Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (13/8).

Adapun per 30 Juli 2021, pemerintah masih menempatkan dana pada dua puluh tiga bank umum mitra sebesar Rp 29,05 triliun. Angka tersebut baru terserap 43,36% dari total pagu sebesar Rp 66,99 triliun.

Artinya hingga pengujung tahun 2021, masih ada dana sebesar Rp 37,94 triliun yang dapat ditempatkan ke perbankan guna mendorong kredit.

Noor mengatakan, selain di BTN, masih ada beberapa BPD yang sedang dalam proses evaluasi untuk penempatan kembali di bulan Agustus 2021.

Noor menyampaikan sampai dengan 30 Juli 2021, dari total penempatan dana pemerintah di bank mitra, perbankan terkait telah menyalurkan kredit sebesar Rp 414,03 triliun kepada 5,29 juta debitur di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menambahkan, biaya dana atau cost of fund (CoF) yang ditanggung oleh bank mitra penerimana dana PEN tetap mengacu kepada PMK 104/2020 yakni paling sedikit sebesar tingkat bunga reverse repo BI tenor 3 bulan dikurangi 1%.

“Tentunya dengan memperhatikan kesepakatan pembiayaan program PEN antara Menteri Keuangan dan Gubernur BI,” kata dia.

Hitungan Kontan.co.id, dengan besaran tingkat bunga reverse repo BI tenor 3 bulan per Juli 2021 sebesar 3,75%, maka CoF yang ditanggung bank mitra yaknis sebesar 2,75%.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan biaya dana Bank Mandiri per Juni 2021 yang hanya 1,71%. Sementara, CoF BRI hingga akhir semester I-2021 sebesar 2,18%.

Ekonom Ryan Kiryanto menilai program penempatan dana pemerintah di perbankan sebetulnya penting untuk memancing perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor ekonomi produktif sehingga mampu mendukung pemulihan perekonomuan. Tentunya sesuai dengan appetite dan kompetensi setiap individual bank penerima dana.

Ryan mencermati, sejauh ini dampak kebijakan tersebut sudah terlihat dari pertumbuhan kredit, terutama segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang  positif baik secara year on year (yoy) maupun mount to mount (mtm).

“Harapannya, kalau sektor riil bergerak, akan menggulirkan aktivitas ekonomi lainnya, sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi,” kata Ryan

Namun, Ryan mengatakan tanpa penempatan dana pemerintah tersebut, sebetulnya kondisi likuiditas bank secara industri maupun individual masih mencukupi. Terlihat dari posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) per Juni 2021 sebesar 80,66%.

“Artinya kemampuan bank untuk ekspansi tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah pandemi masih mengganggu sektor riil dan konsumsi masyarakat sehingga permintaan kredit belum bangkit,” ujar Ryan.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Pantau Konsumsi dan Efisiensi Energi, Telkomsel Luncurkan Layanan IoT Bernama Envion

Next Post

Pegadaian Catat Pertunbuhan Bisnis Gadai Syariah Hingga Juni 2021

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Kolaborasi Dahana – Pegadaian Gelar TMO Chapter Februari 2020

Pegadaian Catat Pertunbuhan Bisnis Gadai Syariah Hingga Juni 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Energi Alternatif Pengganti LPG, Pertamina Menjadi Offtaker Proyek Hilirisasi Batu bara menjadi DME

7 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Dari Belitung Timur untuk Indonesia Emas 2045, TIMAH Gelar Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 untuk Guru SD Belitung Timur

3 hari ago
Dirut Yosviandri Menandatangani Nota Kesepahaman antara Semen Padang dengan UNP

Membangun Harapan Pascabanjir; Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka

7 hari ago
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Aceh Pastikan Stok Pangan Sangat Cukup Hadapi Tradidi Megang Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri

5 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In