• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 12 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pengamat Energi Khawatir Pembangunan Infrastruktur Gas Baru Terancam Karena Margin Bisnis Gas Bumi Makin Tipis

by redaksi
29 November 2020
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menipisnya margin bisnis gas bumi dinilai bakal menjadi ancaman bagi pembangunan infrastruktur gas bumi ke depan. Sementara dengan terbatasnya cadangan minyak dan melimpahnya cadangan gas, pembangunan infrastruktur gas sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Komaidi Notonegoro, Pengamat Energi dari Reforminer Institute mengatakan bahwa dengan kondisi harga gas yang murah dan diikuti oleh ketidakjelasan pasar, akan membuat tingkat return of investment (RoI) proyek pembangunan infrastruktur gas bumi menjadi lama.

RelatedPosts

Dukung Asta Cita melalui Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Menko Pangan Setujui BULOG Ekspor Beras Haji Tahun 2026

Solusi Asisten Digital Perjalanan untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Hadirkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026

“Sebab, makin rendah harga gas, maka semakin tipis margin yang bisa didapat pengembang. Ini yang akan menyulitkan pelaku usaha membangun infrastruktur baru,”ujarnya seperti dikutip, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya penurunan harga gas di tengah masa pandemi Covid-19 belum memberikan dampak signifikan bagi industri pengguna. Sebab, penurunan harga gas itu tidak mendongkrak volume produksi maupun penjualan industri pengguna gas.

Dia melihat penurunan harga gas yang diinisiasi pemerintah lewat Kementerian ESDM sangat terburu-buru dan terkesan hanya untuk memenuhi peraturan yang sudah lama dibuat, tapi tidak kunjung terlaksana.

Sebelumnya, kata dia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No.40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Dalam Perpres itu, pemerintah menetapkan harga gas bumi yang sebelumnya US$7 per Million British Termal Unit (MMBTU) diturunkan menjadi US$6 per MMBTU.

Lalu, pada 6 April 2020 Menteri ESDM merilis Permen ESDM No.8/2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Pasal 3 ayat 1 peraturan itu mengatur harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi (plant gate) ditetapkan sebesar US$6 per MMBTU.

Ada tujuh sektor industri yang dapat harga khusus dari kebijakan tersebut, yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan industri sarung tangan karet. Sebagai dampak kebijakan itu pemerintah merelakan jatahnya dari penjualan migas di hulu, dipangkas sekitar US $2 per MMBTU.

Menurutnya kebijakan pemerintah memangkas harga gas bumi untuk industri tertentu di level US$6 per MMBTU memang jadi bumerang, jika tidak didukung insentif bagi pengembang infrastruktur gas bumi.

Karena, lanjut dia, dengan margin yang terbatas, perusahaan akan lebih memilih risiko terendah, yaitu mengelola infrastruktur yang sudah jelas pasokan dan pasarnya.

Komaidi mengatakan akan sangat berat jika memaksa perusahaan  yang marginnya terpangkas kebijakan pemerintah untuk membangun infrastruktur gas bumi, kecuali ada insentif yang memberikan solusi bagi pengembang infrastruktur, bahwa bisnis mereka tetap sehat ketika ekspansi.

“Kalau investor melihat investasi di tempat lain, misalnya, bisa dapat IRR 12 persen, sementara di infrastruktur gas bumi IRR-nya lebih rendah, maka tidak akan ada investor yang mau berinvestasi untuk mengembangkan infrastruktur gas,” papar dia.

Menurutnya dengan melambatnya pengembangan infrastruktur gas, pada akhirnya target Pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sulit terealisasi karena infrastrukturnya tidak tumbuh

Dia menilai pembangunan infrastruktur gas bumi memang memiliki resiko besar. Selain faktor ketersediaan pasokan, penyerapan gas oleh konsumen juga menjadi risiko. Sementara biaya pembangunan infrastruktur gas sangat mahal.

“Banyak infrastruktur gas yang telah dibangun gagal dioptimalkan karena tidak adanya pasokan dan pasar yang seimbang. Yang terjadi kemudian pengembang infrastruktur gas harus menanggung biaya yang mahal. Kondisi ini yang membuat sedikit sekali perusahaan swasta yang mau membangun infrastruktur gas bumi,” ujarnya.

Pada sisi lain kebijakan harga gas US$6 terbukti menguntungkan sejumlah perusahaan swasta, seperti misalnya PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) yang pada kuartal III/2020, laba bersihnya melesat 38,31 persen menjadi  Rp221,5 miliar dibandingkan periode sama 2019.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

SMF Target Investor Milenial Minat Investasi ke EBA Ritel

Next Post

Pertamina Dirikan SPBU BBM Satu Harga, Kini Masyarakat Jawai Nikmati BBM Dengan Harga Terjangkau

Related Posts

Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Dukung Asta Cita melalui Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

11 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Menko Pangan Setujui BULOG Ekspor Beras Haji Tahun 2026

11 Februari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Solusi Asisten Digital Perjalanan untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Hadirkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026

11 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Merangkai Nilai dari Limbah, Strategi Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekosistem Berkelanjutan

11 Februari 2026
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
Berita

Komisi VI DPR RI Tegaskan Dukungan Penguatan Industri Pertahanan Nasional melalui DEFEND ID

11 Februari 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia Raih Sertifikat INDI 4.0 Tahun 2025

11 Februari 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Dirikan SPBU BBM Satu Harga, Kini Masyarakat Jawai Nikmati BBM Dengan Harga Terjangkau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

Ambil Posisi Sebagai Banknya Para Developer, BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Perumahan di Indonesia

4 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Rayakan Milad 5, Bank Syariah Indonesia Donasi 4000 Kantong Darah

24 jam ago
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Gelar “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026”: Sediakan 11 Bus Gratis ke Kuningan, Wonogiri, Yogyakarta, dan Surabaya

24 jam ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Moody’s Ratings  Menurunkan Outlook Peringkat Indonesia Menjadi Negatif dari Stabil

6 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Dukung Asta Cita melalui Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

by redaksi
11 Februari 2026
0

Sebagai upaya konkrit mendukung Program Asta Cita yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau, PT...

Read more
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

Menko Pangan Setujui BULOG Ekspor Beras Haji Tahun 2026

11 Februari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Solusi Asisten Digital Perjalanan untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Hadirkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026

11 Februari 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Merangkai Nilai dari Limbah, Strategi Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekosistem Berkelanjutan

11 Februari 2026
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

Komisi VI DPR RI Tegaskan Dukungan Penguatan Industri Pertahanan Nasional melalui DEFEND ID

11 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In