Sementara itu, jumlah beban usaha Pegadaian sepanjang 2025 menyentuh Rp78,47 triliun, naik 153,5% (YoY) dari Rp30,95 triliun. Beban paling besar adalah beban harga pokok penjualan emas yang sebesar Rp59,16 triliun, naik 238,4% (YoY).
Lebih jauh, jumlah aset Pegadaian per 2025 tumbuh 47,79% menjadi Rp151,65 triliun. Sementara itu, liabilitas sebesar Rp110,02 triliun dan jumlah ekuitas senilai Rp41,62 triliun.
Adapun, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan laba yang diperoleh Pegadaian itu juga didukung oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross sebesar Rp126 triliun, yang meningkat 47,5% dari tahun 2024 sebesar Rp85,4 triliun.
Di lain sisi, Damar turut membeberkan bahwa Pegadaian turut mencatat total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton, terdiri dari transaksi Tabungan Emas yang menembus angka 17,1 ton, transaksi Deposito Emas sebesar 2,18 ton, transaksi Cicil Emas mencapai 10,3 ton, serta transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus bertumbuh.
“Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal,” tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026)
Sumber Bisnis, edit koranbumn















