Danantara Indonesia disebut tengah mengkaji konsolidasi BUMN galangan kapal sebagai upaya untuk memperkuat industri nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, rencana tersebut masih dalam proses pembahasan di Danantara. Adapun, PT PAL Indonesia disebut akan menjadi holding industri dari beberapa galangan kapal BUMN yang ada saat ini.
“Iya, PT PAL diperintahkan untuk menjadi induk dari galangan-galangan kapal BUMN, tetapi itu bentuknya seperti apa, itu masih dalam proses pembahasan di Danantara,” kata Kaharuddin saat ditemui di Ayana Midplaza Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dia menerangkan bahwa pembahasan terkait konsolidasi BUMN galangan kapal itu telah berproses secara paralel di internal Danantara sejak tahun lalu.
“Ini juga sekarang sedang dibicarakan di Danantara. Danantara sedang melakukan konsolidasi industri galangan kapal BUMN,” ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat empat BUMN yang fokus pada pengembangan industri galangan kapal selain PT PAL Indonesia, yaitu PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung.
Sebelumnya, Kaharuddin menyebutkan, terdapat potensi permintaan pasar senilai Rp1.522 triliun dalam 10 tahun ke depan dari rencana program pemerintah dan Danantara.
Adapun, beberapa di antaranya proyek ketahanan teritorial yang membutuhkan 260 unit suface dan underwater vehicles. Kemudian, untuk proyek ketahanan pangan dengan kebutuhan 20.200 unit cargo vessel dan fishing vessel.
Sementara itu, proyek yang diinisiasi Danantara mencakup untuk ketahanan energi sebanyak 588 unit kapal dan produk GE, serta proyek konektivitas maritim dengan kebutuhan sebanyak tujuh unit infrastruktur maritim dan transportasi.
“Dalam 10 tahun ke depan potensinya besar, itu yang harus kita jaga untuk kemandirian bangsa Indonesia dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















