PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) bersama Serikat Pekerja menggelar Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2026–2028 yang berlangsung pada 13–14 Januari 2026 di Hotel Tentrem, Semarang. Perundingan ini mengusung tema “Menyatukan Langkah Perundingan Menuju Produktifitas dan Kesejahteraan Bagi Perusahaan dan Pekerja”.
Perundingan PKB menjadi forum strategis bagi manajemen dan pekerja untuk menyatukan langkah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Melalui dialog terbuka dan konstruktif, kedua belah pihak berupaya merumuskan kesepakatan yang mampu menjawab tantangan perusahaan sekaligus memperhatikan kepentingan pekerja.
VP Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, menegaskan bahwa PKB bukan sekadar dokumen formal, melainkan komitmen bersama dalam membangun fondasi hubungan kerja yang sehat dan produktif.
“Perundingan PKB ini kami maknai sebagai ruang dialog strategis antara manajemen dan Serikat Pekerja untuk menyelaraskan kepentingan perusahaan dan pekerja. Tujuannya adalah menciptakan kepastian hubungan kerja yang adil, sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan bisnis Pertamina Drilling,” ujar Abimanyu.
Ia menambahkan, seluruh proses perundingan dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip musyawarah, saling menghormati, serta berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.
“Dengan PKB yang disepakati bersama, kami berharap tercipta iklim kerja yang kondusif, peningkatan kinerja perusahaan, serta kesejahteraan pekerja yang berimbang dan berkelanjutan,” kata Abimanyu.
Tujuan perundingan PKB Periode 2026–2028 ini adalah menetapkan dan atau menyusun aturan-aturan mengenai syarat-syarat kerja, serta hak dan kewajiban antara Pengusaha dan Pekerja sesuai prinsip-prinsip perjanjian kerja bersama sebagaimana diatur dalam regulasi ketenagakerjaan nasional.
Serikat Pekerja Pertamina Drilling juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis perusahaan, mendukung peningkatan kinerja operasional, serta menjaga hubungan industrial yang harmonis demi keberlangsungan usaha.
Melalui sinergi yang kuat antara manajemen dan pekerja, Pertamina Drilling optimistis PKB 2026–2028 dapat menjadi landasan kokoh dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, serta kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.














