Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi menjelaskan bahwa berdasarkan data awal, wilayah tersebut diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi (possible reserves) sebesar 77 megawatts electric (MWe).
“Penugasan ini membuka peluang bagi PGE untuk menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar potensi wilayah kerja panas bumi eksisting sebesar 3 gigawatt yang dikelola saat ini,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (26/1/2026).
Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW) dari enam wilayah operasi yang dikelola secara mandiri. Selain itu, perseroan tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas total 110 MW, serta proyek co-generation dengan kapasitas gabungan mencapai 230 MW.
PGEO juga mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2030. Seluruh portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap penyediaan energi nasional.
Edwil mengatakan, pengembangan proyek panas bumi tersebut sejalan dengan upaya mendukung swasembada energi dan pencapaian target Net Zero Emission pada 2060. “Hal ini juga mempertegas dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mempercepat transisi energi, mendorong dekarbonisasi nasional, serta meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi atau energy mix Indonesia,” kata Edwil.
Adapun sebelum memulai pelaksanaan PSPE, perseroan masih harus memenuhi ketentuan administratif sesuai dengan regulasi pemerintah. PGE ditetapkan sebagai calon pelaksana penugasan setelah memenangkan proses seleksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam proses seleksi tersebut, PGE menempati peringkat pertama dengan nilai penilaian 87,01. Penetapan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi, serta berpedoman pada Dokumen Pemilihan PSPE Panas Bumi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber Bisnis, edit koranabumn















