Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, entitas bisnis yang akan dilepas, termasuk sekitar 12 perusahaan rumah sakit yang tergabung dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Selain itu, bisnis non-inti seperti layanan kesehatan, perhotelan, dan penerbangan secara bertahap akan diselaraskan dan dikelompokkan bersama Danantara sesuai dengan fungsi sektoralnya.
“Bisnis-bisnis yang sifatnya non-core [tidak inti] akan diselaraskan, bukan dihilangkan, agar pengelolaannya lebih fokus dan terintegrasi,” ucap Agung dalam acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, dikutip dari Antara, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar badan usaha milik negara (BUMN) memusatkan bisnis pada fungsi utama yang bernilai strategis.
Adapun, sejak 2025, Pertamina telah merampingkan sebanyak 15 anak usahanya. Sebagian entitas yang dirampingkan merupakan special purpose vehicle (SPV) di subholding pelayaran yang fungsi bisnisnya tetap berjalan. Namun, diintegrasikan ke dalam struktur yang lebih efisien.
“Dari 257 perusahaan, sekarang sudah menjadi 242. Ini bukan menghilangkan bisnis, tetapi menata agar Pertamina lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan,” kata Agung.
Ia menjelaskan penataan dilakukan melalui penggabungan, integrasi, maupun divestasi entitas, khususnya pada bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan sektor inti energi.
Menurut Agung, prinsip utama penataan tersebut adalah memastikan seluruh lini usaha Pertamina mendukung ketahanan energi nasional, mulai dari pengelolaan terminal energi, distribusi bahan bakar dan LPG, hingga pengembangan energi bersih.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, sektor perhotelan yang akan dilepas Pertamina berada dalam bisnis PT Patra Jasa. Dalam perusahaan tersebut terdapat sembilan unit bisnis hotel.
Kemudian, di sektor maskapai penerbangan, Pertamina akan melepas Pelita Air Service (PAS). Pelita rencananya akan dikonsolidasikan dengan Garuda Indonesia.
“Terakhir, sektor asuransi, juga sedang dilakukan kajian implementasi konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi BUMN yang ada yang dipimpin, dikoordinir oleh IFG sebagai Holding BUMN Asuransi,” tutur Agung dalam rapat dengar pendapat Komisi VI, Rabu (19/11/2025).
Sumber Bisnis, edit koranbumn














