• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Petrokimia Gresik Catat Kinerja Positif Di Tahun 2020

by redaksi
10 Januari 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Petrokimia Gresik Edukasi Masyarakat Terkait Penyebaran Virus Corona
0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia berhasil
menutup akhir tahun dengan capaian kinerja memuaskan atau sesuai target dalam Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa pada akhir
tahun 2020 kuantum produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4,79 juta ton atau 104%
dari RKAP 2020 yakni 4,61 juta ton. Sedangkan untuk produksi non-pupuk mencapai 3 juta
ton atau 105 persen dari RKAP 2020 yakni 2,8 juta ton.

RelatedPosts

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

“Walaupun sebagian pabrik telah berusia lebih dari 25 tahun, melalui berbagai upaya dan
inovasi yang dilakukan, Petrokimia Gresik berhasil menjaga produktivitasnya tetap optimal,”
ujar Dwi Satriyo.

Pabrik yang telah berusia tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan strategis
perusahan saat ini. Disamping tantangan strategis lainnya, seperti kondisi ekonomi-politik
global, kurs dollar, pasokan dan harga gas bumi, pengalihan subsidi pupuk, dan sebagainya.
Untuk kinerja penjualan, Petrokimia Gresik berhasil mencatat penjualan pupuk bersubsidi,
pupuk non-subsidi dan non-pupuk sebesar 7,1 juta ton atau 108% dari RKAP. Sedangkan
untuk kinerja keuangan, total pendapatan mencapai Rp. 27,35 triliun atau 103% dari RKAP,
dan membukukan laba Rp1,2 triliun atau 100% dari RKAP (unaudited).

“Alhamdulillah, walaupun di tengah wabah Covid-19, secara umum Petrokimia Gresik masih
mampu memberikan kinerja yang baik dan tetap berkontribusi positif bagi negara,” tandas Dwi
Satriyo.

Menurutnya, capaian kinerja perusahaan ini juga tidak lepas dari pertumbuhan sektor
pertanian nasional. Seperti diketahui, pertanian menjadi salah satu sektor yang berhasil
tumbuh di tengah banyak sektor lain mengalami perlambatan akibat wabah Covid-19.

Tahun 2021, jelas Dwi Satriyo, merupakan masa transisi karena dampak wabah Covid-19
masih akan terasa. Petrokimia Gresik tetap berkomitmen untuk mendukung pemenuhan
alokasi pupuk bersubsidi nasional sesuai penugasan pemerintah, sekaligus memperkuat
posisi perusahaan di pasar komersil, baik domestik maupun ekspor.

“Selain penugasan pemerintah melalui pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga memperkuat
penetrasi pasar pupuk komersil,” tandas Dwi Satriyo.

Kekuatan Petrokimia Gresik di sektor pupuk komersil adalah kemampuan dalam memenuhi
kebutuhan spesifik konsumen, baik spesifik lokasi maupun komoditi. Dwi Satriyo pun
mengaku optimistis, Petrokimia Gresik mampu memperluas pangsa pasar pupuk komersil,
terutama untuk jenis pupuk NPK dimana perusahaan memiliki kapasitas terbesar di
Indonesia, yaitu 2,7 juta ton per tahun.

Hal ini terbukti sepanjang tahun 2020 terjadi lonjakan ekspor untuk produk Urea, NPK, dan
NPS bahkan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pada bulan Maret 2020,
Petrokimia Gresik telah mencetak sejarah dengan melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000
ton ke Meksiko.

“Tentu menjadi hal yang sangat membanggakan karena kita dapat melakukan ekspansi diluar
pasar Asia,” ujar Dwi Satriyo.

Hingga akhir tahun 2020, diperkirakan total volume ekspor meningkat 26% dari total volume
ekspor sepanjang tahun 2019. Penjualan sektor retail juga tidak kalah membanggakan,
penjualan Phonska Plus diperkirakan mencapai 114.559 ton.

Tidak hanya produk pupuk, Petrokimia Gresik juga memiliki rangkaian produk lainnya seperti
benih, pembenah tanah, dekomposer, probiotik, serta didukung anak perusahaan (Petrosida
Gresik dan Petrokimia Kayaku) yang memiliki kompetensi dalam pengendalian hama.

“Sehingga pengawalan Petrokimia Gresik sangat lengkap, sesuai dengan asanya untuk
menjadi solusi bagi sektor agroindustri,” ujarnya.

Lebih lanjut pada tahun 2021, ada tiga poin strategis yang Dwi Satriyo sampaikan. Pertama,
Pupuk Indonesia akan memproduksi jenis pupuk Phonska bersubsidi dengan formula baru
15-10-12 yang akan menggantikan Phonska bersubsidi formula 15-15-15. Ini merupakan
kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pupuk bagi pertanian. Petrokimia Gresik
berkomitmen bahwa perubahan tidak akan mengurangi kualitas pupuk bersubsidi.

Kedua, Petrokimia Gresik mulai memberikan pendekatan berbeda untuk pola pemupukan
berimbang, yaitu mengubah pupuk NPK Phonska menjadi NPK Phonska Plus. Sehingga pola
pemupukan berimbang 5:3:2 akan menjadi Petroganik (500kg), NPK Phonska Plus (300kg),
dan Urea (200kg) untuk setiap hektar sawah.

Ketiga, Pemerintah berencana akan menambah jenis pupuk bersubsidi tahun 2021 yakni
pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca. Pupuk ini merupakan produk inovasi dari
Petrokimia Gresik yang merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik
dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N),
Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat
untuk tanaman.

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan
pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik
dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

“Kami berharap pupuk-pupuk produksi Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan petani
secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani-petani serta
menegaskan area Jawa-Bali sebagai sentra produksi pangan nasional,” tutupnya.

Previous Post

Redaksi & Manajemen KORANBUMN.com Mengucapkan Selamat Hari Jadi PT Semen Gresik ke-7

Next Post

ASDP Luncurkan Rute Kapal Ferry Logistik dari Patimban

Related Posts

PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona
Berita

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

28 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

28 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

27 Maret 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

27 Maret 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
Berita

Lewat TJSL, TIMAH Perkuat Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

27 Maret 2026
Next Post
ASDP Mulai Mewajibkan Pembelian Tiket Online Hari Ini

ASDP Luncurkan Rute Kapal Ferry Logistik dari Patimban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

1 jam ago
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, Asuransi Jasindo Jadikan 2026 sebagai Tahun Kolaborasi dengan Berbagai Perusahaan di Indonesia

4 hari ago
SIER Rayakan Hari Jadi yang Ke 46

SIER Memberangkatkan Ratusan Pemudik melalui Program Mudik Gratis 2026

5 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+4 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga: Diskon Tarif Tol 30% Kembali Berlaku Hari Ini

2 hari ago
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona
Berita

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

by redaksi
28 Maret 2026
0

Peringatan Hari Hutan Sedunia menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa hutan bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang hidup yang menopang...

Read more
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

28 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

27 Maret 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In