PT PLN (Persero) menargetkan produksi kendaraan listrik dalam negeri dapat dijangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan bahwa masifnya kendaraan listrik berharga miring akan mempercepat proses transisi dari kendaraan konvensional kepada kendaraan berbasis baterai.
Perseroan, kata Bob, telah menjalin kerja sama dengan tiga produsen kendaraan, yakni Hyundai, Nissan dan Wuling. Dari kemitraan itu, pemerintah yang diwakili PLN dan pabrikan bakal mencari terobosan bersama untuk menjangkau masyarakat luas.
“Konsentrasi utama tentu saja bagaimana kendaraan listrik ini menjadi terjangkau oleh masyarakat pada level menengah ke bawah,” katanya saat webinar Misi Tekan Emisi Melalui Kendaraan Listrik-Insentif untuk Konsumen dalam Kebijakan Kendaraan Listrik, Senin (13/12/2021).
Sementara itu di dalam negeri, Bob menyebut, para pabrikan kendaraan listrik memerlukan sejumlah insentif tambahan selain yang telah diberikan pemerintah. Insentif tersebut diyakini dapat mempercepat keberadaan ekosistem kendaraan berbasis baterai.
PLN juga menggencarkan kerja sama dengan sejumlah pihak swasta. Selain bersama pabrikan, perusahaan setrum itu pun turut menjalin kemitraan dengan produsen stasiun pengisian bagi kendaraan listrik baik roda dua maupun empat.
Hal itu juga didukung dengan kolaborasi dengan para pemilik mal, apartemen, perumahan, rumah susun, maupun pusat perbelanjaan. Tidak lupa, PLN menjalin kemitraan dengan perbankan hingga perusahaan transportasi online.
Kerja sama bisnis tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan stasiun pengisian bagi kendaraan listrik. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi memperluas jangkauan kendaraan listrik.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan battery swapping. Kami telah bekerja sama dengan beberapa tempat, termasuk para pabrikan. Harapannya, untuk roda dua sudah bisa dengan cepat menukar beberapa baterai [sepeda motor] mereka,” terangnya
Sumber Bisnis, edit koranbumn













