Presiden Republik Indonesia Jokowi didampingi Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri PUPR, Wakil Menteri BUMN II, dan Gubernur NTB melakukan peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney di Kuta Beach Park, KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat (13/1).
Dalam sambutannya Presiden menyampaikan bahwa sebelum pandemi, sektor pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar ke-2 dengan PDB sebesar 10 milyar USD dan menyediakan 13 juta lapangan kerja. Kondisi pandemi harus dihadapi dan dimanfaatkan menjadi titik balik sebagai momentum untuk melakukan penataan dan transformasi membangun suatu ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan tangguh.
Dengan adanya holding BUMN pariwisata dan pendukung, Presiden berharap agar pengelolaan pariwisata dapat dilakukan secara efisien, terintegrasi dari hulu sampai hilir. Holding BUMN pariwisata ini juga harus lebih gesit, lincah, dan profesional.
Di tahun 2022 Indonesia akan menjadi tuan rumah acara-acara berskala internasional seperti Moto GP pada bulan Maret dan KTT G20 pada bulan November. Momentum emas ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan 10 Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan menunjukkan pengelolaan destinasi yang bersih, rapih, dan professional.
Menteri BUMN @erickthohir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, InJourney merupakan mega-ecosystem karena bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain yang ada di BUMN. Seluruh anggota holding satu sama lain saling terhubung, saling terintegrasi dan mendukung. Segenap anggota ekosistem ini menjadi wajah dan jendela Indonesia untuk warga Indonesia dan dunia. Juga menjadi akselerator pemulihan pariwisata, mengembangkan 5 Destinasi Super Prioritas dan unlock berbagai potensi baru di sektor pariwisata.
















