Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) untuk pembangunan 100 gudang Perum Bulog lengkap dengan infrastruktur modern usai kembali kunjungan kerja dari London.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan pembangunan 100 gudang Bulog ini untuk memperkuat penyimpanan beras dan jagung di berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk pembangunan 100 gudang ini kita didukung Rp5 triliun dan sebentar lagi Inpres-nya juga akan keluar, setelah beliau [Presiden Prabowo] pulang dari London akan ditandatangani Inpres,” kata Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Nantinya, setiap gudang Bulog akan dilengkapi silo, dryer, hingga Rice Milling Unit (RMU), yang disesuaikan dengan produk unggulan daerah masing-masing.
Untuk gudang di Gorontalo, misalnya, pemerintah akan memprioritaskan untuk jagung, sementara di Karawang dan Bekasi fokus pada beras.
Rencananya, Rizal menjelaskan bahwa groundbreaking akan dimulai dari wilayah yang mudah dijangkau seperti Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Papua.
“Untuk yang di pulau-pulau terdepan mungkin second, prioritas kedua lah dalam arti berikutnya, dalam arti di tahun 2026 tapi untuk groundbreaking berikutnya,” lanjutnya.
Namun demikian, Rizal menyebut jumlah gudang yang dibangun pada tahap awal masih dihitung berdasarkan kebutuhan daerah.
Dalam catatan Bisnis, Perum Bulog menargetkan pembangunan gudang baru rampung pada Maret 2026. Kala itu, Bulog berharap pembangunan gudang harus dipercepat agar siap digunakan saat panen raya 2026 dan memperkuat distribusi ke seluruh Indonesia.
Rizal mengatakan Bulog telah bertemu dengan BUMN Karya untuk membahas pembangunan gudang tersebut. Namun, percepatan ini memerlukan regulasi khusus agar proses pembangunan tidak memakan waktu hingga dua tahun.
Nantinya, dana pembangunan 100 gudang Bulog sepenuhnya dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp5 triliun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebut pembangunan 100 gudang ini menjadi tambahan. Pasalnya, selama ini Bulog mengandalkan gudang yang dibangun zaman Presiden Soeharto.
Dalam hal ini, pelaksanaan pembangunan 100 gudang Bulog akan diprioritaskan oleh BUMN Karya, meski tetap membuka peluang untuk menggandeng swasta.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














