PT Berdikari akan membangun fasilitas kandang ternak terpadu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk menjelaskan penugasan dari Danantara. Nantinya, kandang-kandang ternak ini akan dibangun oleh anak usaha perseroan, yakni PT Berdikari Meubel Nusantara.
Direktur PT Berdikari Meibel Nusantara, Andre Andika Adiguna, mengatakan proyek tersebut akan direalisasikan pada tahun ini di lahan milik perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Malang.
“Insyaallah tahun ini kami melaksanakan penugasan dari Bapak Presiden dalam rangka proyek hilirisasi pangan yang akan direncanakan membangun kandang ayam terpadu,” ujar Andre dalam Forum Investasi Desa 2026, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, arahan pembangunan kandang ternak disampaikan Kementerian Pertanian kepada PT Berdikari, yang kemudian menugaskan PT Berdikari Mebel Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fasilitas tersebut.
Andre menyebut perusahaannya yang berbasis di Pandaan, Jawa Timur, telah menyiapkan lahan untuk proyek tersebut.
Selain proyek di Malang, Andre memaparkan bahwa Berdikari Mebel Nusantara juga menjalankan kolaborasi peternakan berbasis desa di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terdapat tiga desa yang saat ini bermitra, salah satunya melalui pembangunan kandang domba yang dilengkapi dengan penyediaan ternak.
Menurut Andre, konsep kandang ternak tersebut dirancang sebagai prototipe yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Material kandang memanfaatkan limbah produksi kayu jati dari aktivitas ekspor furnitur perusahaan, yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Kami memanfaatkan sisa waste kami, sisa hasil produksi, karena kami ekspor ini dengan grade jati A1, jadi grade paling tinggi dengan sisa waste hampir 40 persen,” jelasnya.
Andre menambahkan, program tersebut tak hanya mencakup pembangunan kandang, tetapi juga integrasi rantai pasok peternakan, mulai dari penyediaan ternak hingga pakan yang didukung oleh holding Berdikari.
Skema ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi desa dan memperkuat peran badan usaha milik desa (BUMDes). “Jadi kita ini bisa membangun juga selain mengisi swasembada pangan juga meningkatkan perekonomian BUMDes,” terangnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan investasi sebesar Rp20 triliun yang digelontorkan Danantara akan digunakan untuk pembangunan pabrik pakan, peternakan hingga produksi anak ayam.
Fasilitas-fasilitas tersebut rencananya akan dibangun di 13 daerah untuk meningkatkan pasokan ayam dan telur dalam negeri akan dibangun. Selain PT Berdikari, penugasan juga akan diberikan kepada BUMN PTPN III (Holding).
Meski demikian, Amran memastikan proyek ini tak akan mematikan peternak mandiri atau kecil lantaran fasilitas yang dibangun ini bukan pengembangbiakan ayam atau produksi telur, tetapi pengadaan pakan, obat-obatan, vaksin, hingga day old chick (DOC) atau anak ayam.
“Kemudian nantinya peternak operasi mensuplai pakan, obat-obatan dengan harga pemerintah. Jadi, ini menopang saudara-saudara kita peternak daripada berteriak tiap tahun. Pakannya dari pemerintah, tetapi pemerintah, BUMN tidak bergerak di budidaya,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).
Sumber Tirto, edit koranbumn
















