Presiden Prabowo Subianto mengatakan Pertamina sebagai national champion. Valuasi perusahaan pelat merah itu pun mencapai US$100 miliar.
Prabowo mengatakan Pertamina pun merupakan satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk ke dalam jajaran Fortune Global 500. Pada tahun lalu, Pertamina memang masuk ke dalam jajaran 500 perusahaan terbesar di dunia atau daftar Fortune Global 500. Pertamina menempati peringkat ke-171.
Pada tingkat regional, Pertamina juga masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 dan menempati posisi ke-3 perusahaan terbaik di Asia Tenggara.
“Pertamina merupakan perusahaan Indonesia yang masuk Fortune Global 500. Satu-satunya perusahaan Indonesia yang nilainya mencapai US$100 miliar,” kata Prabowo dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada hari ini, Senin (12/1/2026)
Namun, Prabowo menyebut seharusnya Pertamina menghasilkan valuasi yang lebih baik lagi. Dia menjelaskan dalam beberapa tahun belakangan, masyarakat merasa bahwa terjadi kesalahan manajamen di Pertamina.
“Terjadi permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan pengaturan ESDM kita. Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar tapi serakah, atur mau impor dari luar,” ujarnya.
Untuk itu, Prabowo bertekad untuk membersihkan Pertamina. Terdapat sejumlah pergeseran di jajaran kepengurusan Pertamina.
“Saya angkat saudara Simon Aloysius [Dirut Pertamina] dengan beberapa anak muda. Saya beri tugas jangan korupsi. Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Dirut Pertamina sangat strategis. Anda memimpin perusahaan US$100 miliar. Godaan akan banyak,” tutur Prabowo.
Prabowo pun memberikan wewenang seluas-luasnya kepada Dirut Pertamina untuk berbenah.
“Yang anda nilai tidak bagus pecat. Jangan ragu demi bangsa dan negara. Banyak anak muda yang hebat-hebat. Cari,” ujar Prabowo.
Adapun, sampai September 2025, Pertamina telah mencatatkan pendapatan US$53,38 miliar dan EBITDA sebesar US$8,20 miliar. Pertamina pun membukukan laba sekitar US$2,05 miliar per kuartal III/2025.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















