Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai stimulus kolaboratif untuk mendorong efisiensi budi daya sekaligus meningkatkan kualitas komoditas melon di pasar. Tercatat, produktivitas melon melonjak naik, dari yang sebelumnya rata-rata sebanyak 18 ton, saat ini menjadi 20 ton per hektare.
“Program ini membuktikan bahwa inovasi, disiplin budi daya, dan penggunaan pemupukan yang presisi mampu menghasilkan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Pendapatan petani dalam satu siklus budi daya meningkat dengan rata-rata mencapai Rp22 juta,” ujar Adityo dalam kegiatan Panen Raya di Tuban, Selasa (7/4/2026).
Program Pestani Melon Pantura tersebut melibatkan sebanyak 210 petani dari lima kabupaten berbeda, yakni Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Gresik. Selain melon, Petrokimia Gresik sebelumnya juga telah menjalankan program serupa untuk komoditas kentang di kawasan Dieng Raya serta semangka di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.
Dalam program ini, petani mendapatkan dukungan sarana produksi pertanian (saprodi) lengkap, mulai dari pupuk Phonska Lite, K-Plus, hingga Petro Biofertil. Penilaian kompetisi didasarkan pada tiga parameter utama: bobot buah, tingkat kemanisan (brix), dan kepatuhan dokumentasi budi daya.
Suhartoyo, petani melon asal Kabupaten Tuban sekaligus peraih Juara 1 Pestani, mengungkapkan bahwa penggunaan paket pemupukan tersebut membantu menjaga kualitas tanaman di tengah tantangan cuaca ekstrem.
“Pertumbuhan tanaman terpantau lebih baik dibandingkan musim sebelumnya dengan kondisi cuaca yang serupa. Ini menjadi solusi bagi kami untuk mempertahankan kualitas berat buah dan daya saing di pasar,” bebernya.
Sebagai bagian dari perayaan menuju usia perusahaan yang ke-54 pada Juli mendatang, Petrokimia Gresik juga melakukan aksi berbagi 540 kilogram melon kepada masyarakat sekitar.
Adityo menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kesejahteraan petani di sektor hortikultura.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















