• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Progres Proyek-proyek Kilang Milik Pertamina

by redaksi
23 November 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti lambannya perkembangan proyek-proyek kilang milik PT Pertamina. Jokowi mencontohkan lambannya proyek Kilang Minyak dan Petrokimia Tuban oleh Pertamina meskipun sudah ada investasi dari Rosneft, perusahaan asal Rusia.

“Rosneftnya pengen cepat tapi kitanyan gak pengen cepat. Ini investasi yang gede sekali, Rp 168 triliun tapi realisasinya baru kira-kira Rp 5,8 triliun,” ungkap Jokowi dalam Rapat Pengarahan Presiden kepada Komisaris dan Direksi Pertamina-PLN, dikutip Sabtu (20/11).

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Merujuk pemberitaan Kontan, tercatat ada sejumlah proyek kilang baik itu Refinery Development Master Plant (RDMP) maupun Grass Root Refinery (GRR) yang kini tengah dilaksanakan PT Pertamina.

RDMP Balikpapan

Proyek RDMP Balikpapan tercatat masuk sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2024.

PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) mencatat progress proyek hingga lebih dari 43% pada akhir Oktober 2021. Progress tersebut memiliki signifikansi bagi tahapan ketahanan energi Indonesia mengingat RDMP Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi produk BBM dan Non-BBM dari 260MBSD menjadi 360MBSD.

PTH Direktur Utama PT KPI, Suwahyanto mengungkapkan bahwa kinerja progress RDMP Balikpapan telah melampaui target reforecast 43,03%.

“Hingga akhir Oktober, RDMP Balikpapan berhasil melakukan realisasi lebih besar 0,25% dari target reforecast, dimana realisasi proyek mencapai 43,28%. Percepatan ini didukung oleh percepatan delivery peralatan Long Lead Item (LLI) yang mayoritas telah tiba di Balikpapan tahun 2021,” imbuh Suwahyanto dalam keterangan resmi.

Percepatan tersebut dinilai selaras dengan peak construction RDMP Balikpapan yang diestimasi terjadi pertengahan tahun 2022.

RDMP Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260MBSD menjadi 360MBSD. Selain itu, RDMP Balikpapan bertujuan meningkatkan kompleksitas kilang dari 4.4 menjadi 8.8 yang dihitung melalui Nelson Complexity Index. Yang tak kalah pentingnya, RDMP Balikpapan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk menjadi Euro V dan target penyerapan TKDN minimum 30%.

RDMP Balongan

Proyek yang juga masuk dalam PSN ini per September 2021 realisasinya memasuki tahapan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) RDMP Balongan Fase ke-1 telah mencatat angka 30,43% dari target 29,77%

“Capaian EPC dari RDMP Balongan terutama ditunjang dengan percepatan konstruksi, dimana saat ini konstruksi sudah terealisasi sebesar 36,22%. Angka ini cukup jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 28.159 %,” jelas Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, Ifki Sukarya dalam keterangan resmi, Rabu (22/9).

Ifki melanjutkan bahwa di bulan September 2021, RDMP Balongan Pertamina  sudah memulai proses konstruksi untuk Mechanical & Piping.

Ifki dalam keterangan resmi tersebut mengungkapkan, proyek ini diharapkan rampung pada Mei 2022 mendatang dan mampu mengolah BBM ramah lingkungan berstandar euro IV/V.

Selain itu, program RDMP ini juga bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas pengolahan crude, meningkatkan kuantitas produk, dan meningkatkan kompleksitas kilang agar dapat menghasilkan lebih banyak produk bernilai tinggi.

RDMP Cilacap

Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan dari semula 348.000 barel per hari menjadi 400.00 barel per hari. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2022.

Sebelumnya, Pertamina digadang-gadang bakal bekerja sama dengan Saudi Aramco untuk proyek ini, sayangnya rencana tersebut urung terlaksana. Selain sejumlah proyek RDMP di atas, Pertamina juga tengah berfokus melaksanakan pengembangan kilang atau RDMP di Dumai dan Plaju.

Jokowi soroti Kilang Tuban dan TPPI

Kemudian, Pertamina juga bakal membangun kilang baru melalui proyek GRR Tuban. Secara khusus, Jokowi menilai pembangunan GRR Tuban tergolong lamban padahal investor sudah siap untuk berinvestasi.

“Rosneftnya pengen cepet tapi kitanya gak pengen cepet. Ini investasi yang gede sekali, Rp 168 triliun tapi realisasinya baru kira-kira Rp 5,8 triliun,” ungkap Jokowi.

Jokowi melanjutkan, dalam pengembangan Kilang Tuban diketahui ada permintaan untuk revitalisasi dan pembangunan jalur kereta api hingga jalan tol. Menurutnya permintaan ini tidak menjadi masalah karena pemerintah juga akan bertanggung jawab untuk proses pembangunannya.

Sayangnya, permintaan fasilitas penunjang ini tidak dibarengi dengan perkembangan proyek kilang. Menurut catatan, perkembangan proyek bahkan belum mencapai 5%.

Selain itu, Jokowi turut menyoroti proyek kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) Pertamina yang dinilai lamban. Padahal, pengembangan petrokimia dan industri turunannya diyakini bisa menekan angka impor sejumlah produk.

“Ini barang substitusi impor ada di situ semuanya. Turunan dari ini banyak sekali yang petrokimia di situ,” tegas Jokowi.

Jokowi bahkan mengakui pernah membentak direktur utama Pertamina Nicke Widyawati karena progres yang disampaikan merupakan sesuatu yang sudah berkali-kali didengar.

Jokowi melanjutkan, jika pengembangan petrokimia berjalan maka Pertamina dan pemerintah sama-sama memperoleh keuntungan. Jika substitusi impor berjalan maka bakal berdampak pada membaiknya neraca perdagangan serta neraca transaksi berjalan.

Dikonfirmasi terpisah, Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, Ifki Sukarya menjelaskan, proyek pengembangan petrokimia di TPPI terdiri dari dua proyek yakni revamping Aromatic TPPI dan pembangunan petrokimia olefin.

Ifki mengungkapkan untuk revamping aromatic TPPI terbagi lagi menjadi dua fase. “Fase I, pembangunan Outside Battery Limit (OSBL) 5 unit tangki untuk memaksimalkan produk paraxylene 600 ribu ton,” ujar Ifki

Ifki melanjutkan fase I diharapkan rampung akhir Desember 2021 mendatang. Kemudian fase 2 meliputi upgrading Inside Battery Limit (ISBL) untuk meningkatkan kapasitas dari 600 KTA menjadi 780 KTA yang ditargetkan akan selesai di 2023 nanti. Serapan investasi untuk kedua fase ini mencapai US$ 238 juta.

Sementara itu, untuk Proyek pembangunan petrokimia olefin saat ini dalam proses tender untuk pembangunan. “Meliputi Basic Engineering Design, Front End Engineering Design (FEED) dan eksekusi project (EPC) dimana ditargetkan beroperasi tahun 2025,” jelas Ifki.

Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menghasilkan produksi polyprohylene dan polyethylene dengan serapan investasi mencapai US$ 3,9 miliar.

SUmber Kontan, edit koranbumn

 

Previous Post

Wika Gedung Optimistis Capai Laba Bersih Melebihi Rp 230 miliar pada Akhir Tahun 2021

Next Post

Ultra Mikro Sebagai Pertumbuhan Baru Masa Depan Bagi BRI

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

Ultra Mikro Sebagai Pertumbuhan Baru Masa Depan Bagi BRI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi

Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo: Meruorah Perkenalkan “An Elevated Landtrip Experience”

4 hari ago
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Aceh Pastikan Stok Pangan Sangat Cukup Hadapi Tradidi Megang Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri

5 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

9 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

ICT Goes to School Langkah Pertamina Memperkuat Ketahanan Digital Generasi Alpha dari Risiko Adiksi Game

5 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In