PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik proyek, dalam pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3, yang hingga periode pelaporan terakhir mencatat progres fisik sebesar 50,26%, melampaui rencana awal.
Percepatan Proyek JSS Package 3 sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur dasar yang berkeadilan serta peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan hidup masyarakat perkotaan melalui sistem sanitasi yang andal dan berkelanjutan. Sistem sanitasi perkotaan yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan kota yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Capaian progres tersebut ditopang oleh penerapan inovasi teknis pada pekerjaan konstruksi bawah tanah. WIKA mengadopsi metode pipe jacking untuk meminimalkan gangguan terhadap permukaan jalan dan aktivitas masyarakat, serta didukung oleh prefabrikasi elemen struktur guna mempercepat proses instalasi di lapangan. Optimalisasi metode galian shaft dengan sistem penahan tanah modern, serta penerapan paralel working, memungkinkan sejumlah pekerjaan utama dilaksanakan secara bersamaan sehingga efisiensi waktu dan mutu konstruksi tetap terjaga.
Dalam pengendalian proyek, WIKA memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari transformasi konstruksi. Penerapan Building Information Modeling (BIM) digunakan untuk mengintegrasikan desain jaringan pipa dengan utilitas eksisting sehingga potensi konflik dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan. Selain itu, pemanfaatan data real-time dari alat berat dan mesin tunneling menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam pengendalian waktu, mutu, dan sumber daya proyek.
Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), WIKA menerapkan metode konstruksi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak proyek di kawasan perkotaan padat. Upaya tersebut meliputi pengurangan pembongkaran permukaan melalui metode pipe jacking, pengelolaan limbah galian secara bertanggung jawab, pengendalian air tanah, serta pengurangan kebisingan dan getaran melalui penggunaan teknologi silent piler. Praktik reduce, reuse, recycle (3R) dan pengendalian limbah B3, inspeksi rutin alat berat, serta pemantauan bangunan di sekitar proyek dilakukan secara konsisten.
Dari aspek keselamatan, WIKA menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, khususnya pada pekerjaan bawah tanah yang memiliki tingkat risiko tinggi. Pengendalian pekerjaan confined space, pemeriksaan kondisi atmosfer dan kesehatan pekerja, inspeksi peralatan, serta sistem pelaporan berbasis aplikasi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan bahwa percepatan Proyek JSS Package 3 tidak semata berorientasi pada capaian fisik, tetapi juga pada kontribusi jangka panjang bagi pembangunan nasional.
“Pembangunan sistem sanitasi perkotaan seperti JSS merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan Jakarta. Melalui Proyek JSS Package 3, WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan ramah lingkungan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dasar yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Agung BW.
Melalui penerapan inovasi konstruksi, digitalisasi, praktik pembangunan berkelanjutan, serta penguatan budaya K3, WIKA optimistis Proyek JSS Package 3 dapat diselesaikan tepat waktu dengan mutu terbaik, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber WIKA













