Infrastruktur tanggul laut pada proyek Tol Semarang – Demak menyimpan berbagai manfaat. Tak hanya bagi pengendara, tapi juga bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Semarang. Meskipun demikian, berbagai manfaat itu mesti dibayar mahal.
“Untuk sementara, [biaya pembangunan] keseluruhan di Seksi 1 itu kurang lebih Rp9 triliun. Itu untuk tanggul laut sendiri kurang lebih 6 atau 5 koma sekian triliun sampai jadi strukturnya. Memang [biaya] yang paling besar dominan di situ,” jelas Deddy Susanto, General Manager Technical PT PP Semarang – Demak, Senin (22/3/2021).
Ditemui di sela-sela kegiatannya di lokasi proyek, Deddy mengungkapkan bahwa proses pembangunan tanggul laut tersebut bukanlah hal yang mudah.
“Memang tantangan terberat itu tanggul laut, bahkan sampai ada panel ahli dari dalam dan luar negeri. Ini seminggu dua kali dibahas sampai akhir April,” jelasnya.
Kajian desain proyek tersebut dilakukan oleh 16 orang ahli, 3 di antaranya berasal dari luar negeri tepatnya dari Singapura, Korea Selatan, juga Austria, sementara sisanya berasal dari dalam negeri.
“Untuk proses perencanaan ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Adanya panel ahli ini hanya untuk mematangkan, meyakinkan bahwa konstruksi yang didesain itu sudah sesuai teori dan kondisi data lapangan yang ada, diharapkan di akhir April untuk tanggul laut ini bisa disepakati,” jelasnya kepada Bisnis.
Berdasarkan informasi PT. PP Semarang – Demak, proses pengerjaan fasilitas dan infrastruktur pelengkap tol ditargetkan akan berlangsung pada bulan September 2021 hingga Maret 2022. “Sekarang masih di tahapan lelang, masih pra-kualifikasi. Dari schedule-nya ini diharapkan penandatanganan kontrak di 20 Agustus 2021, perkiraan waktu untuk penyelesaian sekitar 3 tahun,” jelas Deddy.
Pengerjaan proyek masih terus dilakukan di beberapa titik. Pada Seksi 2 proyek Tol Semarang – Demak, stabilitas lahan menjadi kendala. “Memang di Seksi 2 ini ada permasalahan teknis yang sedang dikaji. Jadi setelah masa pre-loading-nya terlewati ternyata tanahnya masih belum stabil, ini masih dikaji bagaimana solusinya oleh tenaga ahli kami,” ungkap Deddy.
Berbagai kendala yang dihadapi tersebut diharapkan mampu terselesaikan, sehingga target operasional Tol Semarang – Demak dapat segera tercapai. Terlebih pada Seksi 2 yang ditargetkan pada pertengahan tahun depan sudah bisa beroperasi, setidaknya sepanjang 16,3 kilometer.
Sebelumnya, pengerjaan proyek Tol Semarang – Demak dilaporkan masih terkendala pembebasan lahan. 8 Maret 2021 lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Demak menerima audiensi ganti untung pembebasan lahan. Polemik terjadi antara warga Desa Karangrejo, Wonosalam, dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















