PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 (FY25) ke BEI/OJK. Laporan keuangan konsolidasian FY25 Perusahaan dilengkapi dengan laporan keuangan konsolidasian yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti, dan Surja, yang merupakan anggota dari jaringan global Ernst and Young.
Direktur Utama PTBA, Bapak Arsal Ismail mengatakan:
“Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. Perseroan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif. Selain itu, realisasi belanja modal yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan kinerja operasional Perseroan ke depan.”
Ikhtisar
-
PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 Triliun dan EBITDA sebesar Rp6,08 Triliun, dengan EBITDA margin di angka 14%.
-
PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan produksi secara YoY sebesar 9% yang juga diikuti dengan kenaikan realisasi penjualan sebesar 6%. Meskipun secara operasional kinerja meningkat, namun harga jual rata-rata (ASP) tercatat menurun 6% YoY seiring dengan harga batu bara yang terus menurun dimana NCI tercatat menurun 22% dan ICI-3 turun hingga 16% YoY.
-
Terkait dengan ketercapaian capital expenditure, pada tahun buku 2025 sudah terealisasi sebesar 63% dari target tahunan atau sebesar Rp4,55 Triliun.
Kinerja Operasional
(Dalam Ton kecuali dinyatakan lain dalam Stripping Ratio)
|
FY25
|
FY24
|
% Selisih
|
|
|
Volume Produksi
|
47.188.605
|
43.282.429
|
+9%
|
|
Volume Angkutan
|
40.435.430
|
38.170.293
|
+6%
|
|
Volume Penjualan
|
45.428.081
|
42.890.977
|
+6%
|
|
Domestik
|
24.742.790
|
22.635.452
|
+9%
|
|
Ekspor
|
20.685.291
|
20.255.525
|
+2%
|
|
Stripping Ratio
|
6,07
|
6,23
|
– 3%
|
Kinerja Keuangan
(Dalam Juta Rupiah kecuali dinyatakan lain dalam Laba per Saham)
|
Laba Rugi
|
FY25
|
FY24
|
% Selisih
|
|
Pendapatan Usaha
|
42.651.724
|
42.764.968
|
–
|
|
Beban Pokok Pendapatan
|
36.394.624
|
34.562.758
|
5%
|
|
Laba Kotor
|
6.257.100
|
8.202.210
|
-24%
|
|
Laba Usaha
|
3.208.073
|
5.652.418
|
-43%
|
|
Laba Tahun Berjalan yang
Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
|
2.929.957
|
5.103.720
|
-43%
|
|
EBITDA
|
6.083.959
|
8.304.264
|
-27%
|
|
Laba per Saham (EPS)
|
254
|
444
|
-43%
|
|
Posisi Keuangan
|
31 Des 25
|
31 Des 24
|
% Selisih
|
|
Total Aset
|
43.917.063
|
41.785.576
|
5%
|
|
Total Liabilitas
|
21.300.262
|
19.141.764
|
11%
|
|
Total Ekuitas
|
22.616.801
|
22.643.812
|
–
|
|
Kas dan Setara Kas
|
4.522.194
|
4.132.858
|
9%
|
|
Pinjaman Bank
|
3.227.525
|
1.397.680
|
131%
|
|
Belanja Modal
|
4.551.266
|
2.348.332
|
94%
|
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK FY2025 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-rata
PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun pada FY25, yang mana relatif sama secara YoY. Meskipun volume penjualan tercatat meningkat 6% YoY, namun pelemahan harga batu bara, baik Newcastle Index yang turun 22% YoY dan ICI-3 yang turun 16% YoY, berimbas pada pelemahan harga jual rata-rata yang tercatat turun 6% YoY. Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Desember 2025 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 54%, sedangkan sisanya 46% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Beban Pokok Pendapatan dan Beban Operasional
Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp36,39 Triliun, atau naik sebesar 5% secara YoY. Kenaikan ini seiring dengan peningkatan volume operasional, baik produksi batu bara yang naik 9% YoY maupun angkutan yang juga naik 6% YoY, meskipun dari sisi stripping ratio tercatat lebih rendah di angka 6,07x dari pada periode yang sama tahun sebelumnya di angka 6,23x. Selain itu, pencabutan subsidi komponen FAME pada Biodiesel serta kewajiban untuk menggunakan B40 juga berdampak pada peningkatan harga BBM/liter (+13% YoY), yang otomatis berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh Perusahaan, baik untuk kegiatan penambangan maupun angkutan kereta api.
Di samping itu, secara YoY, beban umum dan administrasi naik sebesar Rp261,88 miliar atau 13% dan beban penjualan naik 3% atau sebesar Rp23,58 miliar. Kenaikan ini selaras dengan peningkatan volume penjualan yang naik 6% YoY.
Penghasilan Keuangan, Biaya Keuangan, dan Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Perusahaan membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp219,50 miliar, atau turun 12% YoY seiring dengan turunnya penghasilan bunga baik dari penempatan kas di bank dan deposito berjangka maupun dari penempatan obligasi. Biaya keuangan tercatat Rp325,93 miliar atau naik 15% YoY seiring dengan peningkatan beban bunga dari pinjaman bank. Sedangkan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp 671,56 miliar, atau naik 5% YoY.
Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,93 Triliun.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Total Aset
Total aset pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5% dibandingkan akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya kenaikan nilai aset tidak lancar sebesar 12% atau ekuivalen dengan Rp3,12 triliun, yang utamanya diperoleh dari penambahan aset tetap.
Total Liabilitas dan Ekuitas
Total liabilitas pada 31 Desember 2025 tercatat naik dari posisi pada akhir Desember 2024 sebesar Rp19,14 triliun, menjadi Rp21,30 triliun,yang utamanya disebabkan oleh adanya kenaikan pinjaman bank. Sedangkan ekuitas tercatat menurun tipis dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp22,64 triliun menjadi Rp22,62 triliun pada 31 Desember 2025.
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat naik dari sebelumnya Rp5,05 triliun menjadi Rp6,26 triliun atau naik 24% YoY. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penermimaan dari pelanggan dan pengembalian pajak.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat naik dari periode sebelumnya Rp0,94 triliun menjadi Rp3,40 triliun sampai dengan 31 Desember 2025. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan aset tetap dan tanaman produktif yang meningkat dari periode sebelumnya.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat turun dari periode sebelumnya Rp4,14 triliun menjadi Rp2,52 triliun. Penurunan ini seiring dengan jumlah pembayaran dividen pada tahun ini serta penurunan pembayaran pinjaman bank. Pada tahun 2025, Perusahaan membagikan dividen sebesar Rp3,83 triliun.
Belanja Modal
Belanja modal sampai dengan 31 Desember 2025 terealisasi sebesar Rp4,55 triliun dengan mayoritas digunakan untuk Pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.
USULAN GUIDANCE FY26 PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK
-
Volume Produksi : 49,55 Juta Ton.
-
Volume Penjualan : 49,51 Juta Ton.
-
Volume Angkutan : 41,00 Juta Ton.
-
Stripping Ratio : 5,63x
-
Capital Expenditure : Rp3,64 Triliun.














