Dalam bentuk kerjasama antara PTPN IV dengan Universitas Sumatera Utara, PTPN IV mengadakan rangkaian kegiatan pembekalan peserta magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), yang diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, selama dua hari dimulai dari kunjungan ke Balai Benih Kelapa Sawit Adolina, Kebun Kelapa Sawit Pabatu, PKS dan PPIS Pabatu, serta pembekalan inclass di Gedung N4CE Kebun Pabatu, 4-5/10/2021.
Acara ini dihadiri oleh Manajer PTPN IV Kebun Balai Benih Kelapa Sawit Mahmud Irfan Lubis, Kepala Sub Bagian Pengembangan SDM dan ACT R. Turino Januar Budyanto beserta Staf Sub Bagian Pengembangan SDM dan ACT Muhammad Fadli.
Kepala Sub Bagian Pengembangan SDM dan ACT R. Turino Januar Budyanto mengatakan, peserta magang berjumlah sebanyak 24 orang dari 63 orang peserta yang mendaftar. Peserta berasal dari program studi Ilmu Komunikasi 1 orang, Agronomi 2 orang, Keteknikan Pertanian 4 orang, Teknik Sipil 6 orang dan Akuntansi 11 orang.
R. Turino Januar Budyanto juga mengatakan, peserta magang akan ditempatkan di Kantor Direksi, Kebun Adolina, Kebun dan PKS Pabatu, Kebun dan PKS Dolok Sinumbah, Kebun dan PKS Gunung Bayu, Kebun dan PKS Bah Jambi, Kebun dan PKS Sawit Langkat.
Lebih lanjut R. Turino Januar Budyanto mengatakan, PTPN IV turut berpartisipasi aktif dalam mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penerapan program MBKM. USU merupakan salah satu dari beberapa mitra yang bekerjasama dengan PTPN IV dalam penerapan program magang MBKM ini.
“Pembekalan ini di desain untuk memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa tentang proses bisnis yang ada di PTPN IV sekaligus sebagai fondasi dalam menentukan karir setelah lulus di dunia perkuliahan,” sebut Turino.
Sementara, kata R. Turino Januar Budyanto bahwa program magang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam merasakan dunia kerja yang sesungguhnya, menyelaraskan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan realisasi di dunia kerja.
Kembangkan juga untuk Perguruan Tinggi (PT) lain, seperti yg dilakukan oleh PTP/PNP pada tahun 1970-an untuk melakukan praktek lapang atau penelitian dari berbagai disiplin ilmu.. Saat itu program dilakukan sebagai sinergi antara PT, PTP/PNP & SBPN Jkt (Kepala saat itu Bpk Soedjai).. Waktu program ~ 2 – 3 bulan, sehingga mahasiswa dapat lebih intens memahami filosofi perkebunan dalam arti luas serta terjadinya ‘simbiose mutualistis’














