Sebelum memulai kegiatan budidaya tembakau di lahan yang umumnya dimulai sekitar awal April di setiap tahunnya, Kebun Ajong Gayasan dan Kebun Kertosari melakukan aktivitas pemantapan teknis. Pemantapan teknis ini telah berlangsung selama empat tahun. Namun kali ini ada yang berbeda. “Jika pelaksanaan pemantapan teknis di tahun-tahun sebelumnya, tiap kebun melakukan secara terpisah, maka pada tahun 2021 ini penyelenggaraannya dijadikan satu plus penunjukan Pusat Penelitian (Puslit) Tembakau Jember sebagai koordinatornya,” terang Iwan Budianto selaku Kepala Pusat Penelitian Tembakau Jember.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa kegiatan pemantapan teknis ini dilakukan di salah satu lahan milik Kebun Ajong Gayasan Mulai Januari hingga Maret 2021. Pembukaan telah dimulai minggu lalu (25/1) oleh GM Kebun Ajong Gayasan dan hari ini, Senin (1/2) tepat dilakukan tanam perdana. Kegiatan kolaboratif ini melibatkan seluruh asisten muda (asmud), mandor, dan asisten manajer (asman) di kedua kebun dan puslit. Sejumlah 1.650 pohon di lahan seluas sekitar 700 meter persegi.
Pemantapan teknis ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman petugas tanaman tentang pentingnya pelaksanaan semua aktivitas/pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur/baku teknis di on farm, serta sebagai upaya memastikan pencapaian sasaran produksi dan kualitas. Adanya kolaborasi serta sinergi antara kebun dan puslit, diharapkan ada penyegaran pengetahuan serta transfer experience antar kebun maupun update riset yang aplikatif dari para peneliti Pusat Penelitian Tembakau Jember. (Okta PI_Puslit Tembakau Jember, CIN_Sekper).













