• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 20 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pupuk Indonesia Paparkan Kondisi Pupuk Subsidi

by redaksi
21 September 2022
in Berita
0
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa saat ini pupuk yang disediakan pasti tidak akan mencukupi kebutuhan petani. Sebab, pupuk yang disediakan pemerintah hanya 1/3 dari kebutuhan petani.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman saat Raker dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (19/9/2022) yang disiarkan secara virtual.

RelatedPosts

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

“Jadi kalau memang apakah pupuk kami telat, apakah pupuk kami ini bisa dilihat dari digital. Memang akan terus diteriakan langka, karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan eRDKK [Rencana Definitif Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Kelompok secara Elektronik] bahwa keperluan pupuk sebesar 25 juta ton sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta,” ujar Achmad.

Dia menjelaskan, untuk menjawab mengenai pasokan pupuk, mulai dari persediaan pupuk hingga jumlah yang tersalurkan, pihaknya menggunakan sistem digital. Dari mulai lini satu yaitu pabrik, gudang lini II, gudang lini III, distributor, kios pengecer hingga ke kelompok tani.

“Oleh karena itu, kami juga cara menjawab ini, bisa ini kami salah, bisa juga kami tidak salah. Makanya, kami membuat sistem digital end to end dari lini satu sampai lini 4 yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,” ujar Achmad.

Menurut dia, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga bulan Agustus sebesar 63 persen dan diharapkan pada Desember minimum 92 persen tersalurkan.

Sekadar informasi, mengenai keberlangsungan pupuk bersubsidi, sesuai Permentan 10/2022 terjadi ketentuan mengenai pengurangan komoditas yang mendapatkan subdsidi dari 70 komoditas menjadi 9 komoditas. Komoditas tersebut yaitu padi, kedelai, jagung, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao rakyat dan kopi rakyat.

Kemudian, Pupuk Indonesia tadinya ditugaskan menyalurkan 5 jenis pupuk namun dengan beleid tersebut, Pupuk Indonesia hanya ditugaskan menyalurkan pupuk Urea dan NPK.

Achmad menambahkan, sesuai Kepmentan 5/2022 pada tanggal 8 September 2022 alokasi Urea subsidi dari 4.232.704 ton menjadi 4.379.832 ton. Selanjutnya NPK semula 2.481.914 ton menjadi 2.981.799 ton.

“Kalau Urea kami cukup jadi kapasitas nasional itu cukup. Sedangkan penugasan NPK sebesar 2,9 juta ton dan kapasitas produksi kami sebesar 3 juta ton. Jadi ini produksi maksimum kami, jadi tidak ada spare lagi untuk pupuk komersil NPK. Jadi ini hanya untuk full mendukung subsidi,” tutur dia.

Lebih lanjut, Achmad menuturkan untuk memitigasi pengurangan jenis komoditas dan jenis pupuk, PT Pupuk Indonesia akan menyediakan pupuk komersial. “Namun demikian, keterbatasan kami untuk NPK terbatas untuk komersil, sedangkan Urea cukup,” kata dia.

Adapun rencana produksi pupuk oleh PT Pupuk Indonesia, kata Achmad, sampai dengan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 ditambah cadangan sebesar 5.815.344 ton. Rinciannya untuk pupuk subsidi hingga Desember sebesar 2.920.249 ton dan non subsidi 1.535.491, sehingga totalnya 4.455.741 ton, sedangkan cadangannya pada 2023 sebesar 1.359.603 ton.

“Saat ini, stok pupuk subsidi jenis Urea 1.059.899 ton atau 223 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 166.888 ton. Sementara NPK stoknya sebesar 577.899 ton atau 362 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 99.509 ton. Alhasil total cadangan pupuk sebesar 275 persen,” tuturnya.

Achmad juga melaporkan bahwa total penjualan PT Pupuk Indonesia baik pupuk maupun non pupuk sampai dengan Agustus 2022 mencapai 8,76 juta ton. Angka itu dikontribusi oleh pupuk PSO sebesar 5,06 juta ton, pupuk komersil 2,75 juta ton dan non pupuk 0,95 juta ton. Sementara total produksi baik pupuk dan non pupuk sampai Agustus 2022 mencapai 12,85 juta ton, yang dikontribusikan oleh pupuk sebesar 8,02 juta ton dan non pupuk sebesar 4,83 juta ton.

Saat ini pupuk sering disebut langka, tidak datang tepat waktu. Kalau datang juga yang ngambil bukan yang berhak. Itulah pertanyaan yang rutin ditanyakan kepada kami. Oleh karena itu, kami juga cara menjawab ini, bis aini kami salah, bisa juga kami tidak salah. Makanya, kami membuat sistem digital and to and dari lini satu sampai lini 4 yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena jejak digital tidak mungkin terhapus.

Jadi kalau memang apakah pupuk kami telat, apakah pupuk kami ini bisa dilihat dari digital. Memang akan terus diteriakan langka, karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan ERDKK bahwa keperluan pupuk sebesar 25 juta ton sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta ton.

Sehingga petani memegang data sesuai dengan kebutuhan usulan mereka, bukan sesuai apa yang bisa disiapkan oleh kami. Pasti petani akan berteriak karena akan mendapatkan 1/3 dari kebutuhan meerka. Otomatis petani ini yang berhak mendapatkan subsidi pun akan berteriak langka. Sebab mereka mendapatkan pupuk dengan jumlah yang tidak sesuai harapan mereka. Nah itu ada sekitar 16 juta petani yang berhak mendapatkan itu. Sedangkan ada 7 juta petani yang tidak termasuk ERDKK. Mereka tidak bisa masuk karena tidak memenuhi persyaratan ERDKK.

Namun demikian, dengan sistem ini kami ingin menjawab berapa sih alokasi yang disediakan oleh pemerintah, berapa yang diambil petani dan berapa yang menjadi penugasan kami, kapan diambil dan lain lain. Mudah-mudahan ini terjawab dengan sistem digitalisasi yang disiapkan ini.

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga bulan Agustus sebesar 63 persen dan diharapkan pada Desember minimum 92 persen tersalurkan.

Mengenai keberlangsungan pupuk bersubsidi, sesuai Permentan 10/2022 terjadi ketentuan mengenai pengurangan komoditas yang mendapatkan subdsidi dari 70 komoditas menjadi 9 komoditas. Komoditas tersebut yaitu padi, kedelai, jagung, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao rakyat dan kopi rakyat.

Kemudian, Pupuk Indonesia tadinya ditugaskan menyalurkan 5 jenis pupuk namun dengan beleid tersebut, Pupuk Indonesia hanya ditugaskan menyalurkan pupuk Urea dan NPK.

Sesuai Kepmentan 5/2022 pada tanggal 8 September 2022 alokasi Urea dari 4.232.704 ton menjadi 4.379.832 ton. Selanjutnya NPK semula 2.481.914 ton menjadi 2.981.799 ton.

Kalau Urea kami cukup jadi kapasitas nasional itu cukup. Sedangkan penugasan NPK sebesar 2,9 juta ton dan kapasitas produksi kami sebesar 3 juta ton. Jadi ini produksi maksimum kami, jadi tidak ada spare lagi untuk pupuk komersil NPK. Jadi ini hanya untuk full mendukung subsidi.

Sementara itu, mitigasi pengurangan jenis komoditas dan jenis pupuk, Pupuk Indonesia akan menyediakan pupuk komersial. Namun demikian, keterbatasan kami untuk NPK terbatas untuk komersil, sedangkan Urea melimpah.

Rencana produksi PT Pupuk Indonesia sampai dengan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 ditambah cadangan sebesar 5.815.344 ton. untuk pupuk subsidi hingga Desember sebesar 2.920.249 ton dan non subsidi 1.535.491 sehingga totalnya 4.455.741 ton, sedangkan cadangannya pada 2023 sebesar 1.359.603 ton.

Saat ini stok pupuk subsidi jenis Urea 1.059.899 ton atau 223 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 166.888 ton. sementara NPK stoknya sebesar 577.899 ton atau 362 persen di atas batas ketentuan minimal sebesar 99.509 ton. alhasil total cadangan pupuk sebesar 275 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

MIND ID Ungkap Pengembangan Industri Baterai Dalam Negeri Masih Bergantung Impor

Next Post

Asuransi Jasindo Tempuh Sejumlah Jalur Penyehatan Kondisi Keuangan

Related Posts

Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

20 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

20 Februari 2026
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri
Berita

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

20 Februari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Melalui GPIPS Sumatera 2026, Pos Indonesia Dorong Kelancaran Distribusi Pangan

19 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Dapat Dukungan Penuh dari KEMENHAJ dalam Program Beras Jemaah Haji 2026

19 Februari 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Mudik Gratis BUMN 2026, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

19 Februari 2026
Next Post
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Asuransi Jasindo Tempuh Sejumlah Jalur Penyehatan Kondisi Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Pusri Menandatangani Kesepakatan Bersama Kejati Sumsel Perkuat Sinergi Perdata dan Tata Usaha Negara

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Penerangan Berbasis PLTS Hadir, Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif

2 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan lewat Sosialisasi Nasional untuk Generasi Muda

5 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

COO Danantara Dony Oskaria Memaparkan Alasan ANTAM dan PTBA Kembali menjadi BUMN

1 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PELNI Apresiasi Kinerja PAL Indonesia dalam Perbaikan KM Umsini

by redaksi
20 Februari 2026
0

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengapresiasi kinerja PT PAL Indonesia dalam proyek perbaikan KM Umsini. Proyek tersebut...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Setelah Membangun 1.368 huntara, Danantara Lanjutkan Groundbreaking Hunian Tetap untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

20 Februari 2026
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri

Agrinas Pangan Nusantara Berencana Impor 70.000 pikap Tata Motors dari India

20 Februari 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution

Melalui GPIPS Sumatera 2026, Pos Indonesia Dorong Kelancaran Distribusi Pangan

19 Februari 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Dapat Dukungan Penuh dari KEMENHAJ dalam Program Beras Jemaah Haji 2026

19 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In