• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 18 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Reformasi Tata Kelola BUMN Diproyeksikan Mendorong Pertumbuhan Saham BUMN pada 2026

by redaksi
16 Januari 2026
in Berita
0
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah reformasi tata kelola BUMN melalui perubahan struktur pengelolaan Danantara, kinerja emiten pelat merah diproyeksikan masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2026, didorong stimulus fiskal pemerintah, potensi penurunan suku bunga acuan, serta proyek-proyek strategis nasional.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai arah kebijakan fiskal dalam APBN akan menjadi pendorong utama bagi emiten BUMN, terutama yang bergerak di sektor industri dasar dan infrastruktur. Belanja negara dan proyek pemerintah dinilai masih menjadi jangkar pertumbuhan bagi BUMN yang memiliki eksposur langsung terhadap agenda pembangunan.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Resmikan Pembangunan Sekolah Rakyat, Hutama Karya Turut Bangun di 5 Provinsi

Permudah Perjalanan Penuh Arti di Jalan Tol, Jasa Marga Gelar Travoy Fest dan Perkenalkan Aplikasi Travoy Terbaru

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Selain stimulus fiskal, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate ke level 4,75% dipandang sebagai katalis tambahan, khususnya bagi sektor perbankan. Penurunan biaya dana diharapkan mampu menjaga margin bunga bersih sekaligus membuka ruang ekspansi kredit yang lebih luas secara nasional.

Meski demikian, Abida mengingatkan bahwa lingkungan global masih menyimpan risiko. “Tantangan utama meliputi ketidakpastian geopolitik global yang menekan nilai tukar rupiah dan beban keuangan tinggi pada sektor konstruksi yang masih dalam tahap pemulihan,” ujar Abida saat dihubungi baru-baru ini.

Dalam lanskap tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham perbankan BUMN dengan fundamental solid seperti PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI). Ketiganya dinilai memiliki skala usaha, kualitas aset, dan posisi pasar yang relatif tangguh menghadapi siklus ekonomi.

Sementara itu, untuk sektor non-perbankan, saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) dinilai menarik seiring dengan strategi agresif monetisasi aset serta optimalisasi arus kas. Telkom diproyeksikan diuntungkan oleh ekspansi bisnis pusat data dan pematangan unit infrastruktur digital, sedangkan Jasa Marga didukung oleh optimalisasi ruas tol baru dan efisiensi beban bunga.

Katalis lain yang dinilai signifikan datang dari rencana pemerintah mengonsolidasikan tujuh BUMN Karya menjadi tiga induk usaha pada kuartal I/2026.

Abida menilai langkah ini berpotensi menjadi titik balik bagi sektor konstruksi yang selama beberapa tahun terakhir dibebani struktur permodalan yang rapuh.

“Konsolidasi melalui merger tujuh BUMN Karya menjadi tiga induk usaha pada kuartal I/2026 diharapkan menjadi katalisator kuat untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ucapnya.

Optimisme terhadap prospek BUMN juga diperkuat oleh perubahan struktural dalam pengelolaan kepemilikan negara. Pengalihan sebagian saham Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia kepada Badan Pengaturan (BP) BUMN dipandang sebagai langkah strategis untuk memperjelas pemisahan peran antara regulator dan operator, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Dalam struktur baru ini, BP BUMN berfokus pada pengawasan kinerja dan tata kelola, sementara Danantara bergerak sebagai pengelola investasi yang lebih fleksibel dan berorientasi pasar.

“Kehadiran struktur baru ini memberikan sentimen positif bagi investor karena meningkatkan profesionalisme manajemen serta memberikan perlindungan hukum bagi direksi melalui prinsip business judgment rule yang ditegaskan dalam regulasi terbaru,” ujar Abida.

Atas dasar penguatan fundamental dan reformasi tata kelola tersebut, BRI Danareksa kembali merekomendasikan saham-saham BUMN sebagai pilihan utama di 2026. Di sektor perbankan, BMRI dipatok dengan target harga Rp5.500 per saham berkat dominasinya di segmen korporasi, sementara BBNI diproyeksikan menuju Rp4.700 per saham didukung valuasi atraktif dan dividen kompetitif. Untuk sektor infrastruktur dan telekomunikasi, JSMR ditargetkan ke Rp4.750 dan TLKM menuju level Rp4.000 per saham.

Pandangan senada disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama. Ia menilai perubahan status struktural sejumlah BUMN tidak akan mengganggu fundamental emiten pelat merah di pasar modal selama prinsip tata kelola perusahaan yang baik tetap dijaga.

“Investor pada dasarnya melihat penerapan good corporate governance. Perubahan status tidak memengaruhi fundamental emiten BUMN atau posisinya sebagai perusahaan publik,” ujar Nafan kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026).

Memasuki 2026, fokus utama pasar tertuju pada potensi normalisasi dan perbaikan kinerja emiten BUMN. Sektor perbankan diprediksi masih akan mendominasi panggung pasar modal Indonesia. Nafan menilai bahwa valuasi bank-bank BUMN saat ini berada pada level yang sangat menarik.

“Untuk sektor perbankan, valuasi saat ini relatif murah, berada di bawah kisaran historis price to book value [PBV]. Dibandingkan dengan peers swasta, mayoritas bank BUMN masih tergolong undervalued,” pungkasnya.

Selain valuasi yang atraktif, daya tarik emiten BUMN juga datang dari kebijakan dividen yang konsisten memberikan imbal hasil menarik bagi pemegang saham.

Meski memiliki prospek cerah, Nafan memberikan catatan mengenai sejumlah tantangan yang membayangi emiten pelat merah ke depan.

Fokus BUMN terhadap agenda pemerintahan membawa risiko penugasan proyek strategis yang berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan.

Selain itu, kebijakan populis pemerintah seperti pengaturan harga (price ceiling) dan penyaluran subsidi juga menjadi faktor penekan yang perlu diwaspadai.

Dari sisi internal, dinamika terkait independensi tata kelola memang menjadi karakter yang melekat pada perusahaan pelat merah. Namun demikian, hal tersebut diyakini sudah dipahami dengan baik oleh pelaku pasar.

Secara keseluruhan, kata Nafan, arah strategis dan konfigurasi masing-masing emiten korporasi negara pada 2026 dinilai sudah cukup jelas untuk menjadi panduan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Next Post

IKI Gelar Sharing Session Transformasi Berkelanjutan Bersama PAL Indonesia

Related Posts

Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Presiden Prabowo Resmikan Pembangunan Sekolah Rakyat, Hutama Karya Turut Bangun di 5 Provinsi

17 Januari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Permudah Perjalanan Penuh Arti di Jalan Tol, Jasa Marga Gelar Travoy Fest dan Perkenalkan Aplikasi Travoy Terbaru

17 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

17 Januari 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
Berita

Kolaborasi MIND ID dan CATL Membangun Fasilitas Produksi Baterai di Karawang

17 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Fokus pada Nilai Tambah dan Ekspansi Bisnis, Danantara akan Batasi Injeksi Modal Penyelamatan BUMN pada 2026

17 Januari 2026
WORKSHOP BUMN & ANAK USAHA 23 Januari 2026 : Penentuan Degree of Deficiency (DoD)  dalam Tahap Evaluasi Penerapan ICoFR
Berita

WORKSHOP BUMN & ANAK USAHA 23 Januari 2026 : Penentuan Degree of Deficiency (DoD) dalam Tahap Evaluasi Penerapan ICoFR

17 Januari 2026
Next Post

IKI Gelar Sharing Session Transformasi Berkelanjutan Bersama PAL Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam

3 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Selama Nataru 2025/2026, KAI Angkut 2,7 Juta Ton Batu Bara untuk Jaga Listrik Tetap Menyala di Momen Liburan

6 hari ago
Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

OJK Mengungkap 6 Unit Usaha Syariah Asuransi Sedang Melakukan Spin-off di Industri Asuransi dan Reasuransi

5 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Pertengahan Januari 2026, Pembayaran Dividen interim dari BRI dan Bank Mandiri senilai total Rp15,89 triliun kepada Danantara dan INA

4 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Presiden Prabowo Resmikan Pembangunan Sekolah Rakyat, Hutama Karya Turut Bangun di 5 Provinsi

by redaksi
17 Januari 2026
0

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul melalui keterlibatan dalam program strategis...

Read more
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Permudah Perjalanan Penuh Arti di Jalan Tol, Jasa Marga Gelar Travoy Fest dan Perkenalkan Aplikasi Travoy Terbaru

17 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

17 Januari 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat

Kolaborasi MIND ID dan CATL Membangun Fasilitas Produksi Baterai di Karawang

17 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Fokus pada Nilai Tambah dan Ekspansi Bisnis, Danantara akan Batasi Injeksi Modal Penyelamatan BUMN pada 2026

17 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In