• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 8 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Rekind Berhasil Uji Coba Buyback Gas untuk Proyek Jambaran Tiung Biru

by redaksi
2 Oktober 2021
in Berita
0
Emergency Response Team Rekayasa Industri Tanggap Bencana
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Rekayasa Industri (Rekind) berhasil melakukan uji coba buyback gas di Proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB). Perusahaan EPC nasional ini sukses melalui laga tahapan pre-commissioning Buyback Gas di proyek strategis nasional tersebut.

Pelaksanaan kegiatan  yang dilakukan pada Kamis (30/9) itu merupakan tahapan pengerjaan commissioning dari proses Engineering, Procurement, Construction dan Commissioning (EPCC) proyek ini.

RelatedPosts

Angkutan Batu Bara KAI Jaga Pasokan Energi Nasional, Dukung Aktivitas Masyarakat Hingga Lebaran

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

Hutama Karya Bersama Hakaaston Percepat Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

Melibatkan ratusan tenaga ahli dan profesional Rekind di bidangnya, agar tahapan ini berjalan sukses. Tahapan Buyback Gas sendiri punya korelasi kuat untuk menentukan keberhasilan tahapan strategis lainnya di proyek milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) tersebut.

“Buat kami yang ada di site project, suksesnya kegiatan ini membawa kebanggaan tersendiri. Selain menunjukkan komitmen dan profesionalisme kuat Rekind, tahapan ini sangat menentukan dalam penyelesaian kegiatan project. Dan alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujar Budi Prianto, Project Manager GPF – JTB dalam siaran pers, Jumat (1/1)

Buyback Gas dalam tahapan ini adalah mengambil gas bersih yang dibeli dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam kapasitas jumlah yang sangat kecil, untuk kemudian dialirkan sebagai starting power Boiler dan Gas Turbin Generator (GTG).

Boiler merupakan alat untuk mengubah air menjadi uap melalui pemanasan, di mana uap air tersebut bisa diatur seberapa kuat tekanannya sehingga bisa digunakan sebagai tenaga gerak. Sedangkan Gas Turbin Generator (GTG) adalah sebuah mesin generator di mana turbin/pemutar mesinnya itu digerakkan oleh gas bersih yang dibeli dari Pertagas tersebut.

Jika aliran gas sudah mampu menggerakkan boiler dan GTG, gas ini digunakan sebagai power untuk  menggerakan motor-motor besar, yang satu di antaranya menunjang proses chemical cleaning. Proses ini merupakan bagian yang fokus kegiatannya bertumpu untuk membersihkan tower-tower, yaitu Absorber dan Selexol Regenerator.

“Tower-tower itu semua harus dibersihkan dengan chemical yang motor penggeraknya disuplai listrik dari GTG,” ungkap Gito Waluyo, Deputi Project Manager GPF-JTB.

Sebelum dilakukan Chemical Cleaning, steam yang dihasilkan dari Boiler berfungsi untuk membersihkan pipa-pipa jalur gas yang menggunakan steam bertekanan melalui steam blowing. Setelah bersih, dilakukan adaptasi atau penyesuaian, baru kemudian GTG ini digunakan untuk supply power sewaktu chemical cleaning. “Jadi milestone (tonggak pencapaian) dari Buyback Gas ini adalah untuk chemical cleaning,” lanjut Gito Waluyo.

Jika proses chemical cleaning sudah selesai semua, berarti GPF JTB sudah siap dioperasikan, terutama setelah seluruh pipa ini dibersihkan dengan menggunakan flushing dan blowing. Setelah dibersihkan semua, sistem instrumentasi dan shutdown sistemnya dicek. Setelah semua sudah memenuhi perencanaan, dilanjutkan dengan proses simulasi. Maka operasi pipa gas ini sudah siap dijalankan.

Sebenarnya untuk tahapan ini, dalam menggerakkan boiler dan GTG bisa menggunakan bahan bakar solar sebagai alternatif lain. Tapi biaya yang harus dikeluarkan cukup besar dan solar yang digunakan tidak sembarangan dan kualitasnya harus terjamin. Makanya dipilih gas yang selain lebih efisien, lebih bersih (eco-friendly) juga relative lebih murah.

“Meskipun begitu, uji coba pada tahapan dengan menggunakan solar sudah pernah dilakukan. Hasilnya juga sangat baik dan sesuai dengan yang direncanakan,” ungkap Budi Prianto.

Kalau boiler dan GTG sudah berjalan normal, diharapkan tahapan selanjutnya akan lebih lancar lagi karena Buyback Gas dan juga power/listrik yang dihasilkan dari GTG akan bisa digunakan untuk penggunaan Commissioning unit-unit lain seperti Compressor, Fin-Fan Cooler dan Heater.

Pabrik JTB ini sendiri secara khusus akan memproses gas bumi mentah menjadi gas bersih dengan kadar belerang, air dan gas karbon dioksida yang sudah sesuai spesifikasi.  Gas tersebut dikompresi kemudian dialirkan sebagai gas jual (sales gas) ke jalur pipa di Pertagas.

Selain memproduksi gas bersih (sales gas), Pabrik JTB nantinya juga akan memproduksi hasil samping yang juga bisa dimanfaatkan atau dijual yaitu kondensat dan asam sulfat.

Keterlibatan dalam proyek GPF-JTB menunjukkan peran nyata Rekind dalam mendukung  program pemerintah, terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya gas.

“Pada akhirnya semua proses ini  akan bermuara untuk menopang perekonomian negara melalui industri pupuk secara khusus, dengan menyalurkan gas ke pabrik-pabrik pupuk yang merupakan salah satu pilar pendukung ketahanan pangan nasional,” tambah  Edy Sutrisman, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

PNM Resmikan Pondok Pesantren Saung PNM untuk Santri Sekolah Alam Yayasan Tunas Mulia

Next Post

TIMAH Santuni Biaya Pendidikan Feronika dan Aprilia

Related Posts

Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Angkutan Batu Bara KAI Jaga Pasokan Energi Nasional, Dukung Aktivitas Masyarakat Hingga Lebaran

8 Maret 2026
Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon
Berita

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

8 Maret 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Bersama Hakaaston Percepat Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

8 Maret 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub

8 Maret 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan
Anak Perusahaan

Perkuat Fundamental Bisnis dan Infrastruktur, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025

8 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

8 Maret 2026
Next Post
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

TIMAH Santuni Biaya Pendidikan Feronika dan Aprilia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

PINDAD Salurkan Bantuan Pencegahan Risiko Dini Stunting di Puskesmas Babakan Surabaya

5 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

7 hari ago
Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

3 jam ago
Terkait Pembayaran Klaim, OJK Tunggu Kepastian Kementerian BUMN

Bisa Diperdagangkan di BEI, OJK Menerbitkan Aturan ETF Emas untuk Diversifikasi Investasi

4 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Angkutan Batu Bara KAI Jaga Pasokan Energi Nasional, Dukung Aktivitas Masyarakat Hingga Lebaran

by redaksi
8 Maret 2026
0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan batu bara yang tetap kuat pada awal tahun 2026. Sepanjang Januari hingga...

Read more
Tingkatkan Penghijauan Kawasan Bakauheni Harbour City, ASDP dan Pemprov Lampung Gelar Penanaman Pohon

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

8 Maret 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Bersama Hakaaston Percepat Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

8 Maret 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub

8 Maret 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan

Perkuat Fundamental Bisnis dan Infrastruktur, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025

8 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In