• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Rekind Edukasi Warga dan Karyawan Tentang Penanganan Ular

by redaksi
2 Februari 2024
in Berita
0
Emergency Response Team Rekayasa Industri Tanggap Bencana
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Rekayasa Industri (Rekind) mengedukasi sejumlah warga Kalibata di lingkungan RW 08 dan sejumlah karyawan tentang penanganan ular. Hal ini penting, terutama di musim penghujan banyak pemukiman warga, bahkan perkantoran dimasuki binatang melata tersebut.

Untuk mengantisipasi hal ini, Rekind bekerja sama dengan Yayasan Sioux Ular Indonesia. Yayasan ini merupakan lembaga swadaya masyarakat yang beranggotakan para pecinta ular. Sioux didirikan pada tahun 2003 dan berubah menjadi yayasan pada tahun 2010. Sioux aktif memberikan edukasi mengenai ular, termasuk penanganan, penyelamatan, hingga cara mengatasi ular saat masuk ke rumah.

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Ilham, dari Sioux Ular Indonesia menegaskan, sejauh pengalaman yang diperolehnya, masyarakat memiliki mindset negatif terhadap ular. Tidak sedikit ular-ular mati saat berhadapan langsung dengan masyarakat, baik untuk jenis yang berbisa maupun tidak. “Padahal kalau ular kita bunuh justru akan merusak ekosistem yang ada. Contohnya, ular banyak yang dibunuh, sehingga tikus-tikus semakin merajalela berkeliaran,” terang Ilham saat mengedukasi masyarakat dan karyawan Rekind di Gedung ROB II, Kantor Pusat Rekind, Kamis (18/1).

Secara umum ular habitatnya dekat dengan manusia. Tapi pada prinsipnya ular juga sangat takut dengan manusia. Mereka hadir karena habitatnya terganggu seperti halnya melalui pembangunan, pengeboran dan lainnya. Ular tidak dapat mendengar, tapi mereka sangat tidak suka dengan getaran. Makanya ketika ada pembangunan sepert pengeboran, penggalian dan lain sebagainya yang menggunakan alat dan menghasilkan getaran, ular-ular ini keluar dari habitatnya dan masuk ke pemukiman manusia.

“Pada prinsipnya ular takut dengan manusia, kecuali king kobra yang sifatya agresif. Makanya ketika menghadapi ular kita jangan melakukan banyak gerakan tiba-tiba. Jika banyak bergerak khawatir ular akan merespon dengan cepat. Ular tidak bisa mendengar, tapi dengan gerakan responnya sangat cepat sekali,”sergah Ilham dengan lantang di hadapan audience.

Diingatkan Ilham, saat berhadapan dengan ular, jangan dilihat dari ukuran besar atau kecilnya saja. Meskipun ular tersebut ukurannya kecil, juga patut diwaspadai, seperti halnya ular Weling.

Anda jangan pernah mengangap remeh ular berwarna hitam-putih yang mengelilingi sisi atas dan samping tubuhnya. Ular dengan nama latin Bungarus candidus itu, jika menyerang merupakan salah satu jenis ular yang mematikan. Bisa ular weling disebut-sebut lebih mematikan daripada ular kobra yang selama ini dianggap banyak orang paling berbahaya. Apabila menggigit, bisa ular weling yang masuk ke tubuh bisa membunuh korbannya dalam waktu 12 jam jika tidak mendapat perawatan.

Berangkat dari keterangan di atas Syahroni, salah seorang Warga RW 08 bertanya, bagaimana mencegah ular masuk ke rumah? ”Pada prinsipnya ular itu sangat anti dengan wewangian yang menyengat. Usahakan ruangan rumah diberi pengharum dan lantai dibersihkan dengan menggunakan karbol atau sejenisnya. Sebab bau wangi dan menyengat akan mengganggu sistem sensorik ular tersebut,” terang Ilham.

Tapi kalau pun harus berhadapan dengan ular, jangan panik, jaga jarak, jangan banyak bergerak dan ularnya tidak usah dibunuh. Ada penangan khusus yang bisa kita lakukan seperti halnya menggunakan sapu dan pengki serta alat-alat lainnya untuk menghalau ular,” terang Ilham.

Kegiatan edukasi yang dilakukan hampir selama 3 jam tersebut diakhiri dengan praktik cara menangkap ular melalui alat-alat khusus, termasuk alat rumah tangga. Para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Previous Post

Laba Tahun 2023 Melonjak, PAL Indonesia Tingkatkan Target Pendapatan Terbesar Sepanjang Sejarah

Next Post

Dirut PUSRI, Daconi Khotob Pastikan Fasilitas Kesehatan Karyawan Memadai

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Dirut PUSRI, Daconi Khotob Pastikan Fasilitas Kesehatan Karyawan Memadai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna untuk 100 UMK Program UMK Academy

2 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

12 jam ago
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Pascabencana Banjir Sumatra, Pupuk Indonesia Kembali Kirimkan Bantuan ke Aceh Utara

4 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Dukung Layanan Optimal, KAI Memanfaatkan PMN Rp1,8 triliun untuk Pengadaan KRL

2 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In