Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan rekor tertinggi sejak melantai di bursa. Pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, harga saham Elnusa menembus Rp770 per saham atau all time high (ATH). Secara year to date, saham ELSA telah menguat lebih dari 40 persen, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Penguatan saham tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investor pada emiten jasa energi yang memiliki fundamental kuat, portofolio bisnis terdiversifikasi, serta peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Kinerja saham Elnusa juga didorong oleh kualitas eksekusi proyek, disiplin operasional, serta pengelolaan risiko yang konsisten sepanjang 2025.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji mengatakan, apresiasi pasar tidak terlepas dari kinerja operasional yang tetap solid di tengah dinamika industri energi. “Sepanjang 2025, Elnusa menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa menyelesaikan sejumlah proyek seismik strategis di berbagai wilayah kerja. Capaian ini menegaskan kapabilitas teknis dan manajerial perseroan dalam mendukung aktivitas eksplorasi dan pengembangan migas secara efisien dan berstandar tinggi.
Di lini oil field services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE penuh tanpa insiden keselamatan. Sementara itu, pada bisnis EPCOM, perseroan menyelesaikan proyek EPC booster pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan Pertamina Group.
Kontribusi signifikan juga datang dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin yang mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29 persen serta perolehan 42 proyek baru sepanjang 2025. Kinerja tersebut memperkuat posisi Elnusa dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan berulang.
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas ekspansi internasional melalui layanan OCTG di Aljazair dan keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand. Selain itu, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95 persen.
Memasuki 2026, Elnusa mengusung strategi “Rediscover Technology and Innovation Edge” yang berfokus pada penguatan operational excellence, efisiensi biaya, serta sinergi yang lebih terintegrasi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group.
Dengan fondasi fundamental yang kuat dan arah pertumbuhan yang terukur, Elnusa optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.*SHU-ELNUSA













