Dia menyebut bahwa penandatanganan tersebut sebagai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor nasional.
Dalam penjelasannya, Teddy menyebut Arm merupakan salah satu perusahaan global yang mendominasi desain chip semikonduktor. Arm diketahui menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
“Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern,” ujar Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa melalui kemitraan tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang menjadi fondasi inovasi digital modern, mulai dari industri otomotif pintar, pusat data, hingga pengembangan AI.
“Kerja sama ini diarahkan agar Indonesia mampu menguasai teknologi chip design, yang merupakan bagian hulu dari industri semikonduktor,” katanya.
Salah satu poin utama kerja sama adalah program pelatihan bagi 15.000 insinyur Indonesia di dalam ekosistem Arm. Program ini bertujuan membekali talenta nasional dengan kemampuan desain chip dan pengembangan generasi berikutnya dari teknologi semikonduktor.
Adapun, pelatihan akan dilakukan melalui skema kolaboratif, termasuk penguatan kurikulum, transfer teknologi, serta integrasi dalam jaringan global Arm. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan dan memegang kendali atas desain intelektual (intellectual property/IP) di sektor chip.
“Dengan kerja sama ini, Indonesia juga akan melakukan pelatihan terhadap 15.000 engineers Tanah Air di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” tuturnya
Arahan Langsung Presiden
Menurut Teddy, kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri.
Langkah tersebut melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional. Jika pangan dan energi menjadi fondasi fisik kedaulatan, maka teknologi diposisikan sebagai fondasi kedaulatan digital dan ekonomi masa depan.
“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional,” katanya.
Tak hanya itu, Teddy menilai kemitraan strategis Danantara–Arm menandai pergeseran posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah menargetkan Indonesia bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi.
Dengan penguatan kapasitas desain chip dan penguasaan IP, Indonesia diharapkan mampu masuk ke segmen hulu industri semikonduktor—sektor yang selama ini didominasi negara-negara maju dan menjadi tulang punggung revolusi industri berbasis digital.
Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia melalui penguatan inovasi, sumber daya manusia unggul, dan industrialisasi berbasis teknologi tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kemitraan strategis ini sekaligus menandai langkah Indonesia bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi dalam rantai pasok global,” ujar Teddy.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















