PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) berkomitmen untuk membuka diri dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengembangkan kemanfaatan Candi Prambanan. Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati saat acara Sarasehan Peringatan 30 tahun Prambanan sebagai Warisan Budaya Dunia di Rama Shinta Garden Resto, Rabu (22/12/2021).
“Kami berkomitmen untuk meneruskan kolaborasi yang baik selama ini dan mendukung aktivitas dari masyarakat, keagamaan maupun konservasi. Banyak aktivitas yang bersumber dari Candi Prambanan dan melibatkan banyak stakeholder. Kami menyadari, Candi Prambanan akan terus hidup melalui adanya aktivitas-aktivitas tersebut,” terangnya.
PT TWC sebagai pengelola zona II Candi Prambanan, menerapkan manajemen, tata kelola serta produk dan pelayanan prima. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen pada Outstanding Universal Value Candi Prambanan yang kelestariannya merupakan tanggung jawab semua pihak.
“TWC berperan memastikan OUV ini terjaga, baik dari sisi manajemen, CHSE, serta konten yang nilainya terepresentasikan, baik di produk maupun pelayanan. Kita kolaborasi antar stakeholder, masyarakat, pemerintah untuk kerjasama bahu membahu melestarikan nilai-nilai ini,” terusnya.
Kegiatan ini merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia bekerjasama dengan PT TWC. Prambanan Conference yang dilakukan secara hybrid ini, merupakan rangkaian dari peringatan 30 Tahun Candi Prambanan Sebagai Warisan Budaya Dunia.
Melalui tema Spreading Spiritual Values, from Indonesia to the World, Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AGGN Ari Dwipayana menyampaikan bahwa Candi Prambanan adalah simbol peradaban bangsa Indonesia.
“Candi Prambanan adalah hasil buah pikiran dan karya ahli-ahli arsitektur Nusantara yang kemampuan penguasaan teknologi para leluhur bangsa Indonesia pada masanya,” ungkapnya yang hadir secara virtual.















