Akses serta kualitas air bersih masih menjadi isu besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Layanan air bersih di Indonesia masih jauh dibawah standar untuk pembangunan Indonesia dan jauh dibawah aspirasi visi Indonesia 2045 menuju ketahanan air, yang mana sampai saat ini hanya 23% masyarakat Indonesia yang memiliki akses ke air perpipaan.
Oleh karena itu Kementerian BUMN melalui Holding BUMN Danareksa mengembangkan inisiatif strategis dalam penguatan infrastruktur serta akselerasi layanan air bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui “Indonesia Water Fund” (“IWF”), yakni skema investasi melalui sinergi BUMN, swasta, dan global yang dijalankan berdampingan dengan APBN dengan berpegang pada 3 pilar yaitu Access, Investment, and Replication (AIR).
IWF dilakukan dengan kekuatan sinergi Holding BUMN Danareksa, yakni Perum Jasa Tirta I, dan Perum Jasa Tirta II yang telah berpengalaman selama puluhan tahun di bidang pengelolaan air dan PT Nindya Karya yang memiliki rekam jejak dan tim profesional di bidang konstruksi dan infrastruktur.
Serta mengoptimalkan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada maupun membangun proyek SPAM baru sehingga layanan air minum memiliki infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. IWF dibentuk untuk menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan akses air bagi generasi penerus bangsa melalui pembangunan infrastruktur sambungan perumahan, penyediaan air bersih di setiap rumah.














