Pada tahun ini, PT Sarana Multigriya Finansial (Perero) atau SMF akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah sebesar Rp 2,25 triliun yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021. Direktur SMF Heliantopo mengatakan PMN tersebut seluruhnya akan dialokasikan untuk program penurunan beban fiskal Pemerintah melalui kontribusi SMF pada Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
“PNM sebesar Rp 2,25 triliun akan digunakan seluruhnya untuk program FLPP, dimana SMF saat ini ditugaskan untuk menyalurkan 25 persen dari total penyaluran FLPP,” kata Heliantopo, Senin
Selain itu, SMF akan menambah pendanaan hingga Rp 6,37 triliun melalui penerbitan surat utang, ditambah dana sebesar Rp 19,12 triliun yang berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Pemerintah (PPDPP) untuk membiayai KPR FLPP.
Adapun total dana yang akan digulirkan untuk KPR FLPP ini mencapai sekitar Rp 25 triliun. Keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk membiayai sebanyak 157.500 unit rumah dengan bunga yang ujungnya kepada tiap debitur adalah fix rated 5 persen selama 20 tahun.
Menurut Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, pada tahun 2021 SMF akan memperkuat perannya melalui kegiatan bisnis di antaranya optimalisasi penyaluran KPR FLPP, dukungan kepada sektor perumahan, pengembangan pembiayaan KPR untuk masyarakat non fixed income, dan pengembangan pembiayaan mikro perumahan.
Sumber Republika, edit koranbumn














