“Untuk saat ini SMI sudah mendanai 129 proyek untuk PSN-nya dengan total komitmen Rp125 triliun dan untuk nilai proyeknya sebesar Rp692 triliun,” ujar Aradita dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Pada saat yang sama, PT SMI turut memastikan bakal terus memproses penyaluran dana untuk memenuhi target pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Manajemen menegaskan bahwa dukungan finansial perusahaan telah menyasar mayoritas program prioritas pemerintah saat ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menyebut pihaknya juga telah mengguyurkan pendanaan terhadap 5 dari 8 program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai daftar proyeknya Reynaldi enggan merinci.
“Lima dari delapan Asta Cita pemerintah itu kami sudah biayai. Jadi cukup besar proyek-proyek yang merupakan bagian daripada program pemerintah saat ini dalam konteks Asta Cita itu,” tambah Reynaldi.
Adapun ke depan, PT SMI memastikan proses pembiayaan tetap berjalan dinamis sesuai dengan daftar rencana proyek (pipeline) sepanjang tahun 2026.
Untuk diketahui sebelumnya, PT SMI merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memiliki mandat untuk menjadi agen pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan bangsa.
Dalam menjalankan mandat tersebut, PT SMI memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan proyek, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.
Dalam laporannya, pembangunan khususnya di sektor infrastruktur, merupakan fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, ketersediaan infrastruktur yang memadai memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















