Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada kunjungannya ke Komplek Gudang Bulog Panaikang, Makasar, Minggu (05/04) menyatakan stok beras nasional yang disimpan BULOG mencapai sekitar 4,5 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam 10 hingga 20 hari ke depan, sebuah angka yang disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Amran mengatakan peningkatan stok tersebut mencerminkan keberhasilan program prioritas pemerintah dalam mendorong produksi pangan secara cepat.
“Ini belum pernah terjadi sejak republik ini berdiri,” ujarnya.
Di wilayah Sulawesi Selatan sendiri, stok beras dilaporkan meningkat dari sekitar 300 ribu ton menjadi lebih dari 700 ribu ton. Secara nasional, angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Amran menegaskan bahwa lonjakan produksi ini terjadi dalam waktu relatif singkat, hanya dalam satu tahun. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan kebijakan pemerintah yang fokus pada peningkatan produktivitas petani dan optimalisasi lahan.
Terkait distribusi pangan, pemerintah memastikan pasokan beras yang tersimpan mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri hingga 11 bulan ke depan. Perhitungan tersebut mencakup stok di gudang BULOG, cadangan di sektor perhotelan dan katering, serta potensi panen dari lahan yang sedang ditanami.
Ia juga menambahkan bahwa program pompanisasi dan perbaikan irigasi mampu menghasilkan tambahan produksi hingga 2 juta ton per bulan, sehingga memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim seperti El Niño.
“Dengan kondisi sekarang, kekeringan enam bulan pun masih bisa kita hadapi. Stok kita kuat,” ujarnya.
Di sisi lain, distribusi bantuan pangan terus dilakukan, termasuk penyediaan beras dalam kemasan kecil sesuai kebutuhan masyarakat. “Kalau rakyat butuh, kita layani,” kata Amran.
Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme dan mendukung program pemerintah. “Ini hasil kerja bersama termasuk dengan BULOG dan petani. Petani adalah pahlawan pangan. Kita harus bersyukur dan menjaga keberlanjutan,” ujarnya.














